Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Apr 2019 14:20 WIB

TRAVEL NEWS

Banyuwangi Punya Festival Terbanyak di Indonesia, Apa Rahasianya?

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi festival di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikTravel)
Ilustrasi festival di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikTravel)
Jakarta - Banyuwangi bisa dibilang kabupaten dengan festival atau event terbanyak di Indonesia. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun menjelaskan alasannya.

Hal itu dijelaskan Anas di sebuah diskusi di Jakarta, Senin (15/4/2019) kemarin. Kata dia, semua aktivitas dan tempat bisa dijadikan sebuah acara.

"Festival di banyak kota kita kembalikan ke desa. Begitu kita gelar di desa itu ribuan orang datang, tempat parkir penuh dan mereka ada kebanggaan. Kemudian dia melestarikan budayanya," kata Anas.

"Setiap tempat adalah destinasi. Setiap kegiatan adalah atraksi. Jadi ada 99 event dengan hampir setiap minggu ada acara di sana," imbuh dia.

Bupati nyentrik itu juga menjelaskan bahwa acara-acara yang digelas di Banyuwangi dilaksanakan oleh anak buahnya sendiri. Tidak ada event organizer (EO) yang mengelolanya dengan dibantu peran serta masyarakat.

"Semua yang terlibat dari PNS bukan EO. Setiap penerimaan PNS kami kini syaratkan IP-nya 3,5. Festival untuk menambah kepercayaan diri kami. Itu karena rakyat kami terlibat," urai dia.

Lebih lanjut, Anas hanya menggunakan tenaga muda untuk membantunya menggerakkan kemajuan di Banyuwangi. Dan, kata dia, semua dinasnya dianggap sebagai Dinas Pariwisata.

"Saya dinas prioritas saya pakai anak muda untuk gerak cepat. Semua dinas jadi dinas pariwisata," jelas Anas.

"Setiap bangunan di Banyuwangi harus berbau pariwisata. Mereka harus mendesain seperti yang kami mau, seperti pembangunan PT. INKA Banyuwangi harus sesuai pariwisata dengan ada museum kereta api terbesar di Indonesia juga Asia nantinya," tambah dia.

Baca juga: Rahasia Sukses Wisata Banyuwangi: Tak Boleh Ada Hotel Melati

Kembali ke 99 event yang ada di Banyuwangi, kata Anas, itu didasarkan dari kebutuhan daerahnya. Ia bilang bahwa wilayahnya bukan daerah yang terkenal seperti kota-kota besar lain di Indonesia.

"Bukan soal rahasia. Ini soal kebutuhan. Banyuwangi ini nggak dikenal dulu, Banyuwangi ini siapa dulu? Bukan Bali, Bandung, bukan Surabaya," jelas Anas.

"Kami harus bergerak cepat melatih rakyat. Melatih ini nggak bisa dengan pidato harus dibikin event. Karena begitu event ada rapat panitia jalan itu. Sehingga dari sektor kreatif kami ini tumbuh," kata dia menambahkan.


Simak Juga 'Mengenal Berbagai Budaya di Banyuwangi Ethno Carnival':

[Gambas:Video 20detik]

(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED