Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Apr 2019 18:55 WIB

TRAVEL NEWS

Datang ke Festival Skouw Jangan Lupa Mampir ke Kampung Laut Enggros

Foto: Tapal Batas RI-PNG di Skouw, Jayapura. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Tapal Batas RI-PNG di Skouw, Jayapura. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Bumi Papua selalu menarik untuk dijelajahi karena memiliki keindahan yang menawan. Salah satunya ada di Kampung Laut Enggros, Jayapura, yang sekaligus dapat dikunjungi saat Festival Crossborder Skouw.

Lokasi Kampung Laut Enggros tidak terlalu jauh dari daerah Crossborder Skouw hanya sekitar 2 jam. Dengan demikian, Festival Crossborder Skouw yang akan dihelat pada 9-11 Mei mendatang menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke Enggros.

"Kampung Laut Enggros merupakan fenomena di Papua. Destinasi ini merupakan paket lengkap karena alam dan budayanya sama-sama luar biasa. Spotnya sangat instagramable dan bagus untuk selfie. Pasti ada banyak konten menarik yang dihasilkan bila berkunjung ke Kampung Laut Enggros," papar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/4/2019).

Kampung Laut Enggros, lanjut Arief, memiliki beragam tarian dengan filosofi tinggi. Ada Tari Shia yang hanya diperuntukkan untuk menyambut tamu-tamu penting. Enggros juga memiliki Tarian Obipapa yang menjadi gambaran persaudaraan dan hangatnya masyarakat di sana. Ada juga Tari Omande yang menggambarkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kreativitas tinggi ditunjukkan oleh masyarakat Kampung Laut Enggros. Mereka menyelaraskan alam dan hidup melalui sebuah tarian. Karya cipta seni mereka sangat tinggi," paparnya.


Selain itu, untuk akses jalan dari Skouw ke Enggros juga sudah mulus dan lebar yang juga dilengkapi rambu lalu lintas. Sehingga tak perlu ragu akan akses jalan jika ingin berkunjung ke sana.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani mengungkapkan, Kampung Laut Enggros merupakan destinasi yang unik.

"Papua juga punya kampung laut yang sangat eksotis. Kampung Laut Enggros menawarkan experience yang berbeda. Sebab, masyarakat Papua identik dengan budaya dan kehidupan di pegunungan. Namun, Kampung Laut Enggros menawarkan sisi lain luar biasa. Mereka sepenuhnya hidup di atas laut, sama seperti Bajo atau lainnya," ungkap Ricky.

Kampung Laut Enggros berada di Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Jayapura, Papua. Kampung tersebut diapit Tanjung Pie dan Saweri, serta dipisahkan dari Papua daratan oleh Selat Tobati. Spotnya punya background Jembatan Holtekam, landmark baru Papua. Selain itu Holtekam juga dikenal sebagai Jembatan Merah yang memiliki panjang mencapai 732 meter.

"View eksotis dimiliki Kampung Laut Enggros. Destinasi tersebut wajib dikunjungi ketika berada di Festival Crossborder Skouw 2019. Wisatawan silahkan datang ke Kampung Laut Enggros. Mari nikmati keindahan alam dan budaya masyarakat di sana," ujar Ricky lagi.

Keindahan alam dan kebudayaan melebur menjadi satu di Enggros. Kampung Laut Enggros didiami sekitar 160 kepala keluarga dengan total ada 600 jiwa yang hidup di dalamnya. Kawasannya juga terbagi dalam 2 Rukun Warga (RW) dan 4 Rukun Tetangga (RT).

Ricky juga menjelaskan bahwa, seluruh aktivitas masyarakat dihabiskan di atas air.

"Seluruh bangunan dan aktivitas masyarakatnya dilakukan di atas air. Kampung Laut Enggros ini juga masih melestarikan beragam kearifan lokal. Tradisi masih terpelihara bagus di sana," terang Ricky lagi.

Oleh sebab itu, konektivitas rumah antar warga dihubungkan dengan jeramba, alias jembatan kayu. Panjang total jeramba mencapai 2.000 meter dan akan mengalami penambahan 1.000 meter pada tahun 2019.


Wilayah tersebut juga dilengkapi dengan vila terapung, gazebo, balai adat, dan berbagai spot budidaya ikan. Lebih eksotis lagi, di sana juga banyak terdapat bintang laut.

Kampung Laut Enggros memiliki 2 zona. Pertama untuk para lelaki di zona Panggung Adat. Di dalam bangunan itu, para lelaki belajar hukum adat dan pranata sosial. Sedangkan kaum perempuan diberi wilayah di sekitar hutan mangrove. Mereka bisa menjalankan berbagai aktivitas, seperti menangkap kepiting.

"Ada banyak experience yang bisa dinikmati di Kampung Laut Enggros. Wisatawan juga bisa belajar hal-hal luar biasa di sana. Mereka memiliki filosofi yang sangat menginspirasi," tambah Ricky lagi.

Kampung Laut Enggros memiliki filosofi T'sokatd, Tbosadd, dan Trasyud yang artinya, mari berkumpul lalu saling berbicara dan berikutnya direalisasikan dalam bekerja.

Lebih lanjut, kampung laut tersebut memiliki histori kuat, nama Enggros diadopsi dari Injros. In artinya tempat, lalu Jros bermakna dua, hal tersebut sesuai dengan asal muasal nenek moyang mereka.

Para leluhur Kampung Laut Enggros berasal dari Pegunungan Cyclops. Wilayah Cyclops berada di Kabupaten Jayapura. Pegunungan itu membentang 36 kilometer dengan 6 puncak dengan puncak tertinggi adalah Gunung Haelufoi sekitar 1.970 mdpl. Para leluhur Enggros akhirnya memilih perairan sebagai tempat tinggalnya karena dinilai lebih aman. (prf/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA