Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Apr 2019 09:45 WIB

TRAVEL NEWS

Tradisi Munggahan, Piknik Sebelum Ramadan Ala Warga Pangandaran

Andi Nurroni
detikTravel
Tradisi munggahan di Pangandaran (Andi Nurroni/detikcom)
Tradisi munggahan di Pangandaran (Andi Nurroni/detikcom)

FOKUS BERITA

Tradisi Sambut Ramadan
Pangandaran - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Berbagai tempat punya tradisi masing-masing menyambut bulan suci umat Islam yang satu ini, seperti di Pangandaran.

Munggahan atau piknik menjelang bulan puasa adalah tradisi lawas yang masih dilakukan umat Muslim di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tak hanya sebatas tradisi, munggahan di Pangandaran kini dikemas menjadi atraksi wisata.

Hajat munggahan yang berbeda digelar warga Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, mulai Sabtu (27/4/2019). Rangkaian acara yang disuguhkan mulai dari lomba membuat nasi liwet, lomba menangkap ikan di kolam, fun bike, hingga pertunjukan seni tradisi.

Ajang yang pertama kali diselenggarakan ini digelar di Taman Budaya Sagati, sebuah destinasi ekowisata dan budaya hasil prakarsa warga, komunitas pariwisata, serta pemerintah desa setempat. Lebih dari seribu orang menghadiri kegiatan ini, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai, hingga wisatawan dari luar kota.

Warga yang melakukan tradisi Munggahan (Andi Nurroni/detikcom)Warga yang melakukan tradisi Munggahan (Andi Nurroni/detikcom)


Asep Kartiwan, penggagas kegiatan, menyampaikan, tradisi munggahan merupakan kearifan lokal yang memiliki potensi atraksi wisata. Terbukti, kata Asep, warga dan wisatawan antusias mengikuti ajang ini.

"Ini proyel kolaborasi, antara warga, komunitas, pemerintah desa dibantu juga oleh akademisi sektor pariwisata," kata Asep kepada detikcom, Minggu (28/4/2019) kemarin.


BACA JUGA: Puasa di Aceh Begitu Beda, Apalagi Ada Festival Ramadan 2019

Secara khusus, kata Asep, ajang munggahan kali ini menjadi bagian dari promosi situs Taman Budaya Sagati. Di tempat seluas 0,5 hektare tersebut, kata Asep, pengunjung diajak berwisata alam dan budaya, seperti menangkap ikan dengan alat tradisional, berperahu di sungai hingga menikmati sajian kuliner lokal yang dijajakan warga.

"Kami berharap, tempat ini berkembang dan event munggahan ke depan bisa lebih bagus lagi, " kata Asep.


(sna/aff)

FOKUS BERITA

Tradisi Sambut Ramadan
BERITA TERKAIT
BACA JUGA