Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mei 2019 12:30 WIB

TRAVEL NEWS

Bali Klaim Terbaik di Dunia dalam Siap Siaga Bencana

Syanti Mustika
detikTravel
Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata (Syanti/detikcom)
Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata (Syanti/detikcom)
Jakarta - Sebagai destinasi dunia, Bali harus siaga bencana. BPBD Bali menyebutkan Pulau Dewata adalah yang terbaik di dunia untuk kesiapsiagaan bencana.

Berada di kawasan patahan dan gunung api, Bali telah siap siaga terhadap bencana alam. BPBD Bali dan segala elemen wisata di Bali saling bahu-membahu dalam menyikapi bencana.

Hal ini diungkapkan Made Rentin, Kepala Pelaksana BPBD Bali dalam kegiatan 'Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata', Senin (6/5/2019) di Gedung Graha BPNB, Jakarta Timur.

"Bali merupakan kawasan terbaik di dunia dalam pengelolaan kesiapsiagaan bencana. Ini sangat penting karena demi kenyamanan para turis yang datang ke Bali. Setiap turis yang datang selalu bertanya kepada hotel, apakah sudah sertifikasi?" Dari pertanyaan itu terlihat bahwa mereka sadar bencana," ungkap Made Rentin.

Lanjutnya, sertifikasi menjadi hal yang berpengaruh dalam kunjungan turis. Ada 4 komponen pendekatan yang dilakukan untuk kenyamanan turis.

"Ada 4 pendekatan strategis yang kita gunakan untuk turis, pertama 'security', menjelaskan bahwa Bali itu aman. Kedua 'safety' Bali itu nyaman dari bencana, ketiga 'surety' bahwa Bali itu pasti aman dan nyaman. Dan terakhir adalah 'peace' bahwa Bali itu penuh kedamaian. 4 komponen itu yang kita sampaikan kepada turis melalui hospitality dan sertifikasi siaga bencana ini," tambahnya.

Made Rentin juga mengungkapkan bahwa Bali mendeklarasikan diri punya hari siaga bencana setiap bulannya. Hal ini dilakukan untuk melatih diri untuk siap.

"Kami Bali mendeklarasikan diri punya hari siaga bencana setiap bulannya. Setiap tanggal 26 kami melakukan simulasi bencana dan telah kami lakukan semenjak 26 April lalu. Dan ini seterusnya akan kami lakukan setiap bulannya. Tujuannya adalah untuk melatih diri untuk selalu siaga bencana," jelas Made. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA