Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mei 2019 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

3 Tempat Wisata yang Jadi Saksi Bencana Alam di Indonesia

Syanti Mustika
detikTravel
Foto: (Syanti/detikcom)
Foto: (Syanti/detikcom)
Jakarta - BNPB menyebutkan bencana alam terjadi secara berulang. Beberapa destinasi wisata di Indonesia menjadi saksi bisu bencana besar terjadi di masa lalu.

Dalam menyikapi permasalah bencana dan pengaruhnya di pariwisata, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan kegiatan 'Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata'. Kegiatan ini berlangsung pada, Senin (6/5/2019) di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur.

Dalam diskusi ini, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengungkapkan bencana besar di Indonesia tidak hanya terjadi satu kali saja, namun telah ada semenjak dahulunya. Bencana alam ini terjadi secara berulang.

"Bencana di Indonesia tidak hanya terjadi sekali waktu saja. Tsunami Aceh tidak hanya terjadi pada tahun 2004 saja lho, berdasarkan penelitian tsunami di Aceh telah terjadi 5 kali. Begitu juga bencana-bencana terjadi di kawasan lain," ujar Doni.

Bukti peristiwa alam terjadi berulang tidak hanya karena praduga saja. Namun karena ada penelitian yang dilakukan. Berikut contoh destinasi wisata yang menjadi saksi bencana besar di Indonesia.

1. Gua Eek Leuntie di Kabupaten Aceh Besar

Bukti bahwa tsunami Aceh tidak hanya terjadi di tahun 2004 dibuktikan oleh penelitian di Gua Eek Leuntie yang berada di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Setelah tanahnya dibelah, terdapat lapisan-lapisan yang ternyata berasal dari waktu-waktu yang berbeda. Adapun urutan waktu lapisan tanah di gua ini mulai dari tahun 2004, 2.800 tahun yang lalu, 3.300 tahun lalu, 5.400 tahun yang lalu, dan 7.500 tahun lalu.

2. Pantai Binuangeun di Lebak

Tsunami juga pernah melanda kawasan Kabupaten Lebak. Dari penelitian terdapat 3 buah batu koral berukuran besar yang berada di Pantai Binuangeun. Pantai ini dulunya ada di laut, namun terangkat ke daratan karena tsunami. Adapun waktu yang menunjukan usia koral ini yaitu 3.000 tahun, 1.600 tahun dan 300 tahun.

3. Benteng Victoria di Ambon

Gempa dan tsunami tertua di Indonesia ada di Ambon. Benteng Victoria menjadi saksi sejarahnya. Benteng ini menjadi saksi dahsyatnya tsunami 1674. Dari penelitian pun dibuktikan bahwa tsunami juga melanda Ambon pada 1 Agustus 1629, 17 Februari 1674, 1852, 29 September 1899, dan 8 Oktober 1950.

Dari ketiga contoh di atas, dapat dilihat bahwa bencana alam terjadi secara berulang. Doni mengatakan bahwa kita harus siap siaga menghadapi bencana alam ke depannya.

"Dari penelitian terbukti bahwa ada bencana alam besar yang terjadi secara berkala. Kita tidak mungkin melawan alam, kita hanya bisa beradaptasi. Caranya adalah mengenali potensi becana yang berada di wilayah sekitar, persiapkan strategi dan siaplah untuk selamat," tutup Doni. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA