Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Mei 2019 18:55 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Pentingnya Mengurangi Sampah Plastik Sejak Dini

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Penayangan film animasi edukasi Akko di KLHK (Randy/detikcom)
Penayangan film animasi edukasi Akko di KLHK (Randy/detikcom)
Jakarta - Mengedukasi agar masyarakat mengurangi sampah plastik bukan perkara mudah. Baiknya dimulai oleh anak-anak sejak usia dini.

Hal itulah yang sedang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lewat 'Peluncuran Kampanye Bersih Sampah untuk Anak-anak' yang ditandai oleh film animasi edukasi terkait sampah yang berjudul Akko di Arboretum Cafe, Jakarta, Jumat sore (10/5/2019).

Hadir Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3). Diwawancarai detikcom usai acara, Rosa menekankan perlu mengenalkan upaya pengolahan sampah plastik sejak dini.

"Untuk acara hari ini adalah kita mengajak anak-anak, karena mereka adalah generasi penerus dan anak-anak itu adalah kuncinya bangsa agar lebih maju lagi," ujar Rosa.

Ini Pentingnya Mengurangi Sampah Plastik Sejak DiniRosa Vivien Ratnawati selaku Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) (Randy/detikcom)


Selain memulai peduli sejak dini, edukasi disebut Rosa memainkan peranan penting untuk mengurangi sampah plastik. Ditayangkannya film animasi edukasi berjudul Akko pun diharap dapat menjadi jembatan antara anak-anak dan kepedulian akan pengolahan sampah plastik.

"Salah satu kunci untuk mengoptimalkan pengurangan sampah plastik itu adalah edukasi. Untuk itu hari ini kita memperkenalkan animasi kartun untuk anak-anak, diharapkan dengan bahasa yang mudah itu dapat dicerna anak-anak agar paham mengelola sampah dengan baik," terang Rosa.


BACA JUGA: Kasihan Bumi, Punya Sampah Hampir Seluas Indonesia

Saat ini, Indonesia dicap sebagai penghasil sampah plastik terbesar di laut nomor dua setelah China. Disanggah oleh Rosa, semua stakeholder terkait dituntut untuk bekerjasama agar citra buruk itu dapat diperbaiki.

"Sampah plastik itu sudah jadi isu global dan yang tidak enak itu adalah ketika Indonesia dikatakan kontributor sampah plastik di laut nomor dua terbesar di dunia. Padahal itu juga hitungannya belum terlalu benar," ujar Rosa.

Hanya saja, Rosa tidak memungkiri akan bahaya sampah plastik yang butuh waktu sangat lama untuk terurai. Hal terbaik yang bisa kita lakukan kini adalah mengurangi pemakaian dan mengolah plastik sebisa mungkin.

"Memang yang kita takutkan karena sampah plastik tak mudah diserap lingkungan dan umurnya ratusan tahun. Kalau kita tidak mengurangi dikhawatirkan akan lebih luar biasa lagi," tutup Rosa.


(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA