Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Mei 2019 17:40 WIB

TRAVEL NEWS

Sedih, Masih Banyak Orang Indonesia yang Tak Peduli Sampah

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi sayur yang dibungkus plastik (Randy/detikcom)
Ilustrasi sayur yang dibungkus plastik (Randy/detikcom)

FOKUS BERITA

Bumi Rumah Kita
Bogor - Persoalan sampah memang tengah jadi polemik di Indonesia. Fakta lainnya, masih banyak orang Indonesia yang tak peduli soal sampah.

Hal itu pun diungkapkan oleh Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar pada detikcom di Pasar Modern Fresh Market Kota Wisata Cibubur, Bogor, Selasa pagi (14/5/2019).

"Ini kan persoalan sampah memang luar biasa di kita, ada 5 persoalan mendasar. Salah satunya adalah tren sampah plastik memang meningkat terus. Berkaitan dengan itu juga persoalan perilaku. Data dari BPS itu di 2018, 72% indeksnya itu 0,72% dari 0 sampai 1, dalam artian 72% orang Indonesia gak peduli soal sampah. Indeks kepeduliannya rendah. Di 0,72% indeks ketidakpeduliannya. Kalau 1 itu sempurna 100%," ujar Novrizal.

 Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar (dok KLHK) Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar (dok KLHK)


Mayoritas masyarakat Indonesia agaknya masih belum paham, kalau keberadaan sampah plastik sulit untuk diurai dalam waktu cepat. Lebih parah lagi, sampah plastik juga bisa mengancam keberadaan mamalia laut.

"Hal yang jadi paling tinggi level persoalannya adalah sampah plasik ini mengancam mengancam kepunahan biodiversity, karena mengancam kepunahan mamalia laut kalau masuk perairan. Karena dia terurainya bisa lama," ujar Novrizal.

Menyadari persoalan tersebut, Novrizal pun kembali mengimbau masyarakat untuk mengurangai pemakaian sampah plastik dan pintar mengolah limbahnya. Tak mudah memang, tapi kerja keras KLHK berbuah manis dengan berkurangnya sampah plastik di lapangan

"Setahun dua tahun terakhir kita sangat gencar melakukan sosialisasi penyadaran publik. Secara signifikan kita bisa melihat hasilnya sih memang. Kalau tahun 2016 komposisi sampah plastiknya 16% kemarin di data akhir 2018 komposisinya mulai turun jadi 15%. Walau 1% signifikan loh, soalnya trend pola konsumsi meningkat. Itu adalah partisipasi publik," tutup Novrizal.

Tadi pagi, Novrizal dan jajarannya pun melakukan sosialisasi Ramadhan Bebas Sampah di Pasar Modern Fresh Market Kota Wisata. Rencananya, sosialisasi sampah itu akan diadakan rutin di ruang publik selama bulan Ramadhan. (rdy/aff)

FOKUS BERITA

Bumi Rumah Kita
BERITA TERKAIT
BACA JUGA