Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Mei 2019 19:30 WIB

TRAVEL NEWS

Kabupaten Bandung Akan Dijadikan Destinasi Wisata Kelas Dunia

Wisma Putra
detikTravel
Menpar Arief Yahya di Kabupaten Bandung (Wisma Putra/detikcom)
Menpar Arief Yahya di Kabupaten Bandung (Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Menteri Pariwisata Arief Yahya berkunjung ke Kabupaten Bandung, Jabar. Dia mengungkapkan akan menjadikan Kabupaten Bandung sebagai destinasi wisata kelas dunia.

"Kita mau menjadikan Kabupaten Bandung sebagai destinasi kelas dunia. Untuk itu perlu 3A (Attraction, Amenities, dan Access) yang kelas dunia juga," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya usai memimpin Rakor Pariwisata di Gedung Mohammad Toha, Pemkab Bandung, Jumat (17/5/2019).

Arif mengungkapkan, bila untuk attraction pihaknya tidak akan khawatir karena Kabupaten Bandung memiliki Ciwidey yang mempunyai banyak objek wisata. Selain itu, Ciwidey juga merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

"Kelemahan di Kabupaten Bandung yaitu aksesnya. Masih untung kita punya Tol Soroja, bayangin kalau ke sini lewat Kopo," ungkapnya.

Menpar Arief memimpin rapat Menpar Arief memimpin rapat (Wisma Putra/detikcom)
Menurutnya, setelah attraction dan akses sudah bagus, tinggal amenities. Namun hal tersebut tidak dikhawatirkan olehnya, amenities justru akan datang dengan sendirinya.

Pihaknya juga akan mendukung, event-event pariwisata yang ada di Kabupaten Bandung. Di antaranya dengan menggelar event colour run dan Karnaval Kemerdekaan yang akan digelar Agustus mendatangkan.

Selain itu, pihaknya juga akan mensertifikasi mahasiswa Kabupaten Bandung lulusan prodi pariwisata dengan standar ASEAN.

BACA JUGA: Tahu Tidak, Inilah Gua Purba di Bandung Barat

Arief menilai, Kabupaten Bandung memiliki potensi wisata yang sangat tinggi. Untuk mengenalkan wisata di Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung harus mengusulkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

"Agar Kabupaten Bandung mengusulkan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, kalau tidak punya tanah sendiri boleh bekerjasama dengan PTPN VIII, dan beberapa BUMN. KEK harus dikembangkan terus," jelasnya.

"Semoga kehadiran saya di sini bisa langsung real, terutama dari pemasaran sudah bisa jalan. Lalu destinasi digital untuk anak-anak muda bisa langsung jalan," pungkasnya. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA