Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Mei 2019 21:49 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Gaet Anak Muda Bandung Promo Pariwisata Lewat Ajang Ini

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: shutterstock
Foto: shutterstock
Jakarta - Setelah sukses di Jakarta, Milenial Tourism Corner akan hadir di Bandung, tepatnya di Upnormal Coffee Roster Cihampelas 96, pada 23 Mei mendatang. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun kembali dijadwalkan hadir sebagai Keynote Speaker.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Milenial Tourism, Gabriella Patricia Mandolang, mengatakan Milenial Tourism Corner adalah sebuah program unggulan yang digagas timnya, sebagai sarana pendorong minat generasi milenial dalam keterlibatan pada industri pariwisata.

"Kegiatan ini akan diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia, dengan konsep Road and Talkshow. Nantinya akan mengangkat tema berbeda di setiap kota, berdasarkan potensi sektor pariwisata di daerah tersebut," ujar Gabriella dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2019).


Milenial Tourism Corner memiliki beberapa tujuan penting, antara lain mendukung upaya pemerintah dalam pemberdayaan SDM, dan menjadikan generasi milenial sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mempromosikan pariwisata, khususnya melalui media digital.

"Kemudian memberikan bekal knowledge kepada generasi muda dalam industri, ekosistem, dan dunia pariwisata secara lebih luas. Memberikan wadah diskusi dan sarana bertukar pikiran lintas pelaku industri pariwisata, menumbuhkan minat keterlibatan generasi milenial dalam meningkatkan ekosistem pariwisata, dan memberikan rekomendasi untuk Kemenpar dalam men-treatment milenial tourism," bebernya.


Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan kemajuan teknologi informasi telah memberi dampak nyata bagi perkembangan pariwisata Indonesia. Ini juga memberi inspirasi pada generasi milenial untuk turut membantu program pemerintah melalui platform digital.

"Wisatawan milenial memiliki power karena mereka besar dan aktif di dunia maya. Tapi, kondisinya belum terlayani dengan baik. Inilah yang akan dilakukan Kemenpar, yakni memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial," ungkapnya.

Menurutnya, zaman sekarang perilaku wisatawan sudah sangat digital. Selain itu, generasi milenial, atau biasa disebut Generasi Y juga dominan menyukai milenial travelers.

"Sekitar 70% travelers melakukan 'search dan share' melalui platform digital. Sehingga, lebih dari 50% inbound travelers yang datang ke Indonesia adalah kaum milenial. Social Media itu sudah seperti kebutuhan mereka. Karena milenial ingin diakui (esteem needs)," jelasnya.

Diakui Arief, milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. "Who Wins the Future, Wins The Game". Ia juga menambahkan bahwa ini adalah implementasi kebijakan Kementerian Pariwisata yang serba digital melalui Tourism 4.0.

Arief menegaskan, saat ini semua serba digital. Hingga akhirnya muncul istilah Tourism 4.0. Ini adalah pariwisata untuk milenial (milenial tourism). Tak bisa dipungkiri, seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital.

"Point saya, milenial menuntut adanya digital experience, dari setiap titik dalam consumer journey mereka," pungkasnya (mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA