Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Mei 2019 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Duh! Dinas Pariwisata Daerah Ini Mau Legalkan Ganja Buat Tarik Turis

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Ilustrasi Jersey, Channel Island (iStock)
Ilustrasi Jersey, Channel Island (iStock)
Jersey - Ada banyak alasan buat menarik turis. Tapi dinas pariwisata daerah ini justru memilih cara nyeleneh. Mereka ingin melegalkan ganja buat mendatangkan turis.

Dinas Pariwisata Jersey berencana untuk melegalkan ganja di daerahnya. Wacana itu dimunculkan untuk menarik turis datang liburan ke sana.

Dikumpulkan detikcom dari beberapa sumber, Senin (20/5/2019) rencana legalisasi ganja untuk pariwisata ini muncul setelah pemerintahan setempat mengumumkan ingin menerbitkan izin untuk menumbuhkan ganja medis.

Jersey sendiri merupakan pulau terbesar di Channel Island, sebuah daerah otonom yang terletak di perbatasan Inggris dan Prancis. Sebagai daerah otonom, Jersey berhak untuk menetapkan penetapan perundang-undangan sendiri.



Keith Beecham, CEO Jersey Tourism Board mengatakan dengan legalisasi ganja untuk kepentingan rekreasional, daerahnya bisa mendatangkan banyak turis. Selain itu, pendapatan daerah juga akan naik melalui pajak atas ganja legal ini.

"Tempat seperti Colorado dan Kanada telah membebaskan hukum mereka dan sepertinya mereka mendatangkan uang lewat jalur yurisdiksi melalui pajak. Itu harus diapresiasi," kata Keith seperti dikutip dari The Sun.

Untuk traveler ketahui, Colorado melegalkan ganja untuk kepentingan rekreasional sekitar tahun 2014. Tahun lalu, Colorado memperoleh pendapatan sekitar US$ 266,5 Juta (sekitar Rp 3,8 Triliun) dari pajak dan US$ 319 Juta (sekitar Rp 4,6 Triliun) dari penjualan ganja.

"Saya tidak menyarankan ini sebagai gaya hidup, tapi bagi orang yang menikmati ganja sebagai bagian dari gaya hidupnya, bisa menikmatinya di sini. Tapi ini juga harus didukung oleh warga. Saya rasa harus ada landasan hukum untuk ini. Saya bukan ahlinya dan saya yakin polisi juga punya pendapatnya sendiri," tutup Keith. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA