Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Mei 2019 21:05 WIB

TRAVEL NEWS

Fakta Terbaru: Mumi Tertua di Dunia Bukan dari Mesir

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: (Mark Johanson/CNN)
Foto: (Mark Johanson/CNN)
Arica - Selama ini dunia mengenal mumi sebagai artefak peninggalan sejarah Mesir. Namun, nyatanya mumi tertua di dunia bukan berasal dari Mesir.

Baru-baru ini nama mumi Suku Chincorro muncul ke permukaan. Dilansir detikcom dari CNN, Senin (20/5/2019), mumi yang berasal dari suku di Amerika Latin itu diprediksi jauh lebih tua dari mumi Mesir.

Mumi yang disebut tertua itu ditemukan di Gurun Atacama yang disebut sebagai tempat terkering di bumi. Lalu, bagaimana bisa ada mumi di tempat yang sangat kering tersebut?

Usut punya usut, Gurun Atacama merupakan rumah dari Suku Chinchorro yang telah mendiami daerah itu sejak lama. Diketahui, Suku Chinchorro telah memiliki teknik pengawetan jenazah seperti yang dimiliki orang Mesir sejak sekitar lima hingga tujuh ribu tahun sebelum masehi.

Fakta itu menunjukkan, bahwa Suku Chinchorro telah lebih maju dua ribu tahun dari orang Mesir dalam hal mengawetkan jenazah atau yang disebut proses mumifikasi.

Lokasi penemuan mumi tertua (Mark Johanson/CNN)Lokasi penemuan mumi tertua (Mark Johanson/CNN)


Mumi itu pun pertama kali ditemukan oleh seorang arkeolog jerman bernama Max Uhle, 100 tahun lalu. Lokasi penemuannya tak jauh dari pantai di Arica, kota di Chile. Ini untuk mumi tertua, adapun tak sedikit lainnya yang ditemukan di Gurun Atacama.

BACA JUGA: Inikah Mumi Paling Cantik di Dunia?

Apabila penasaran, Museum Arkeologi San Miguel de Azapa di Kota Arica menjadi bukti akan keberadaan mumi tersebut. Diketahui, museum tersebut menyimpan sekitar 300 mumi dari Suku Chinchorro yang telah diawetkan.

Museum Arkeologi San Miguel (Mark Johanson/CNN)Museum Arkeologi San Miguel (Mark Johanson/CNN)


Hanya saja, museum itu hanya menampilkan sekitar 10% mumi yang jadi koleksinya. Masalahnya ada di keterbatasan ruang hingga dana untuk menampilkan mumi tersebut tanpa merusaknya.

"Ini merupakan koleksi yang sangat keramat, karena sebagian koleksi berhubungan dengan upacara kematian," ujar kurator museum, Mariela Santos.

Menariknya, mumi Suku Chinchorro memilki perbedaan dengan mumi Mesir. Bagi orang Chinchorro, muminya terbagi jadi mumi merah dan mumi hitam. Keduanya pun memiliki perbedaan.

Mumi hitam misalnya, diawetkan dengan terlebih dulu memisahkan bagian jenazah orang mati sebelum kembali dipasangkan. Sedangkan untuk mumi merah, organ tubuhnya diangkat lewat lubang kecil dan dilanjutkan dengan pengeringan rongga badan.

Mumi yang dipamerkan (Mark Johanson/CNN)Mumi yang dipamerkan (Mark Johanson/CNN)


Walau berbeda proses, pada akhirnya jenazah sama-sama akan disi oleh tongkat dan alang-alang. Setelah itu diberi wig dan dilapisi tanah liat di bagian wajah agar mumi terjaga.

Hanya saja, kini pihak pemerhati budaya Suku Chonchorro masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Faktanya, mumi suku Chinchorro masih belum mendapat tempat di museum besar Chile karena belum menyandang status UNESCO.

Apabila semua berjalan sesuai rencana, status bergengsi itu akan diberikan tahun 2020 mendatang oleh UNESCO. Semoga saja keberadaan mumi tertua ini cepat mendapat perhatian dunia.

(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA