Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Mei 2019 21:05 WIB

TRAVEL NEWS

Tolak Iklan Berbau LGBT, Bandara Hong Kong Diprotes

Bona
detikTravel
Foto: (Cathay Pacific)
Foto: (Cathay Pacific)
Hong Kong - Maskapai Cathay Pacific menampilkan poster dengan konten LGBT. Bandara Hong Kong melarang poster ini tapi mendapat protes.

Masalah LGBT memang sedikit sensitif untuk dibahas. Namun, Maskapai Cathay Pacific membuka lebar pandangan tersebut dengan sebuah poster.

Diintip detikcom dari berbagai media internasional seperti South China Morning Post dan Nextshark, Kamis (23/5/2019) poster tersebut di pasang di bandara-bandara dunia. Salah satunya adalah Bandara Hong Kong.

Poster tersebut digambarkan dengan dua orang pria yang bergandengan tangan di pinggir pantai. Di sebelah kanan tampak slogan Cathay Pacifif, Move Beyond Labels.

Otoritas Bandara Hong Kong dan Mass Transit Railway (MTR) awalnya menolak poster yang memperlihatkan pasangan sesama jenis tersebut. Namun seorang juru bicara Cathay Pacific tidak menanggapi soal konten dan mempertahankan pesan keberagamannya.

"Kami merangkul keragaman dan inklusi. Kami sangat beragam dan pelanggan kami juga," kata juru bicara Cathay Pacific.

BACA JUGA: Petugas Bandara Kebingungan, Ada Abu Jenazah Tertinggal 9 Bulan

Seorang juru bicara MTR mengatakan pemesanan iklan dikelola oleh agensi Prancis JCDecaux, yang memberikan pedoman tentang penerimaan iklan bertema LGBT.

JCDecaux menjelaskan dua unsur penting dalam kontraknya, yaitu menyatakan iklan tidak akan diterima jika menggambarkan konten yang tidak bermoral atau yang menyinggung standar kesopanan publik yang diterima secara umum atau standar sosial atau budaya masyarakat.

Larangan visual kedua adalah konsep yang membuat ketidaknyamanan, ketakutan, kesusahan, rasa malu dan ketidaksukaan masyarakat.

"Iklan (pasangan sesama jenis) dari Cathay Pacific datang dengan serangkaian opsi. Karena itu visual alternatif digunakan dalam kampanye ini," ujar JCDecaux.

Tokoh terkemuka dalam komunitas LGBT di wilayah otonom, seperti anggota parlemen gay terbuka Raymond Chan Chi-chuen, meminta pemerintah Hong Kong untuk mengikuti jejak Taiwan setelah menjadi tempat pertama di Asia untuk melegalkan pernikahan sesama jenis.

Karena protes ini, akhirnya pihak bandara dan MRT berubah pikiran dan membiarkan iklan tersebut dipajang.

(bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED