Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Mei 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Wacana Kontribusi USD 10 ke Turis, Pemprov Bali Masih Galau

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Foto: Ilustrasi Bali (Intan Rahmadani/dTraveler)
Foto: Ilustrasi Bali (Intan Rahmadani/d'Traveler)
Denpasar - Wacana Pemprov Bali untuk menarik kontribusi USD 10 ke wisman masih terus digodok. Baik pihak pemprov maupun asosiasi masih galau soal duit kontribusi itu.

"Secara konseptual teman-teman industri setuju semua, cuma sekarang di mana kita masukkan. Dulu dimasukkan di penerbangan ternyata penerbangan dilindungi UU internasional," kata Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati usai rapat dengan gabungan pengusaha pariwisata di kantornya Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019).

Cok Ace, sapaan karibnya, mengatakan wacana kontribusi USD 10 ini direspons positif para pengusaha pariwisata. Hanya saja masalah penarikan kontribusi USD 10 itu yang belum terpecahkan.

"Kita sudah bicara ke sampai level kementerian ada kesulitan, sekarang kita coba format yang berbeda. Kalau misalnya lewat hotel di mana mereka tinggal tentu ini juga sangat sulit. Dia tinggal di hotel yang mahal, dia tinggal di hotel yang murah, yang homestay harga Rp 200 ribu langsung dititipkan Rp 150 ribu di atas Rp 200 ribu itu kan menjadi menonjol sekali," paparnya.

Soal Wacana Kontribusi USD 10 ke Turis, Pemprov Bali Masih GalauFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom


Di lokasi yang sama, Ketua Bali Tourism Board IB Partha Adnyana mengatakan pihaknya saat ini sedang menyusun aplikasi informasi pariwisata di Bali. Partha mengaku muncul ide untuk menarik kontribusi melalui aplikasi tersebut.

"Nanti kita duduk bareng lagi, apakah dia USD 10 atau prosentase. Sebenernya dengan aplikasi kita bisa kok, jadi dia punya download sudah bayar belum, kalau sudah bayar dia nggak kedetect lagi," terangnya.

Partha mengatakan saat ini aplikasi tersebut sudah dalam tahap penyempurnaan. Dia juga memastikan vendor aplikasi itu terpercaya.

"Kita kerja sama dengan payment sistem yang biasa (berpengalaman). Jadi sistem payment yang sudah biasa, misal nonton bola yang 100 ribu download sudah biasa, jadi baru kedownload 2 ribu nggak eror," tuturnya.

"Sistemnya mobile apps, Bali Apps. Jadi milik pemerintah Bali, kita hanya memberikan gagasan. Biar nanti kontribusi USD 10 bisa gampang, nggak usah mikir di hotel apa di mana," ujar Partha. (ams/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA