Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Jun 2019 15:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar & KBRI Filipina Promosikan Wonderful Indonesia di Manila

Alfi Kholisdinuka
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Keseriusan Presiden Jokowi untuk meraup devisa lewat pariwisata langsung direspon Dubes RI untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang. Nuansa Indonesia Incorporated seketika langsung terasa.

Kemenpar dan KBRI langsung berkolaborasi di Sales Mission Filipina, 17-21 Juni 2019 mendatang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, ikut semangat melihat dukungan yang diberikan Dubes RI untuk Filipina tersebut. Ia meyakini, Wonderful Indonesia bakal lebih tajam menghujam di benak masyarakat Filipina.


"Inilah yang kami sebut Indonesia Incorporated. Kompak di semua lini, untuk membangun pariwisata Indonesia. Terimakasih supportnya Pak Dubes Harry Sarundajang," ujar Arief dalam keterangannya Senin (17/6/2019)

Dua instansi pemerintahan, kata Arief, itu terlihat kompak dan solid. Semuanya gotong royong membangun pariwisata. Tidak ada ego sektoral. Dua-duanya justru saling mengisi, saling memperkokoh. Semangatnya selaras dengan semangat revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi.

KBRI di Manila langsung berinisiatif mengundang 47 buyers di Filipina. Sementara Kementerian Pariwisata memboyong 7 sellers. Keduanya dipertemukan di Manila, Bacolod dan Iloilo, Filipna. Semuanya diajak berkolaborasi membuat paket-paket perjalanan wisata menarik ke Indonesia.

Menurut Dubes RI untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang, potensi pariwasata Indonesia di Filipina sangat terbuka luas sehingga promosi yang dilakukan akan berjalan efektif dan memberikan progress yang baik untuk Indonesia.

"Khusus Filipina, potensinya masih terbuka luas. Semua memang membutuhkan proses. Tapi kalau semua bergerak cepat dari semua lini, pasti akan memperlihatkan progress yang bagus," jelasnya.

Indonesia Incorporated sendiri selalu menjadi mantra yang magis ketika kita bicara pembangunan pariwisata. Tanpa kolaborasi dan sinergi pentahelix antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media, pariwisata kita hanya akan berjalan di tempat.

Sementara itu, dukungan penuh seluruh stakeholder, diyakini Menpar, akan memberikan akselerasi yang luar biasa pada pariwisata Indonesia. Hal itu ikut diamini Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizky Handayani.


"Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector atau sektor unggulan pembangunan. Sudah dijadikan sebagai sektor prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. Bahkan, pariwisata dijadikan core economy Indonesia,"terangnya

"Ini adalah komoditas yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dengan share economy, dan performance setiap tahunnya menanjak. Terimakasih bantuannya Pak Dubes Sarundajang," jelas Rizky. (ega/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA