Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Jun 2019 21:30 WIB

TRAVEL NEWS

Kanada Larang Penangkapan Paus dan Lumba-lumba, Dendanya Rp 2,1 M

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi paus (Dok. Franco Banfi)
Ilustrasi paus (Dok. Franco Banfi)
Ottawa - Parlemen Kanada (House of Commons) meloloskan RUU Free Willy hari Senin lalu. Fokusnya melarang atau ilegal bila ada aktivitas penangkapan paus dan lumba-lumba.

Seperti dilansir CNN, Selasa (18/6/2019), mereka yang melanggar dapat dihukum dengan denda hingga USD 150.000 setara Rp 2,1 miliar. Free Willy dikenal dari nama sebuah film tahun 1993. Di mana seorang anak lelaki membebaskan paus pembunuh dari taman hiburan AS.

"Tidak ada yang fantastis jika terjadi dengan tergesa-gesa. Tetapi hari ini kami merayakan bahwa telah mengakhiri penangkaran dan pembiakan ikan paus dan lumba-lumba. Ini adalah berita untuk mengurangi upaya perburuan sirip," kata kelompok hak asasi binatang, Humane Canada dalam sebuah tweet.

RUU itu diharapkan menjadi undang-undang. Diperkenalkan di Senat pada Desember 2015, Free Willy sudah disetujui tetapi harus kembali lagi prosesnya sekarang dan mendapatkan persetujuan kerajaan.

BACA JUGA: Lautan Darah Lumba-lumba yang Menyayat Hati


The Green Party of Canada merayakannya di hari Senin. Mamalia sosial yang cerdas ini sekarang akan tinggal di tempat mereka berada, di lautan, kata partai itu.

Lusinan pendukung RUU menggunakan tagar #emptythetanks untuk merayakannya di media sosial. Ada pengecualian dalam RUU itu, yakni jika hewan diselamatkan, dalam rehabilitasi atau dilisensikan untuk penelitian ilmiah, atau dalam kepentingan terbaik bagi hewan tersebut.

"Seseorang dapat memindahkan cetacean hidup dari sekitarnya (laut) ketika cetacean terluka atau dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan," kata undang-undang tersebut.


(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA