Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Jun 2019 17:33 WIB

TRAVEL NEWS

Pemprov Jateng Promosi Wisata lewat Lomba Rally di Solo

Foto: Pemprov Jateng Promosi Wisata lewat Lomba Rally di Solo Raya (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Foto: Pemprov Jateng Promosi Wisata lewat Lomba Rally di Solo Raya (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Pemprov Jateng makin gencar mempromosikan berbagai destinasi wisata. Menyasar berbagai sektor, lomba Rally kini menjadi salah satu media promosi.

Promosi destinasi wisata Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan. Kali ini untuk pertama kaliya digelar Fun and Time Rally melewati tempat wisata di Solo raya dengan target peserta luar Jawa Tengah.

Rally akan dimulai pada tanggal 28/6/2019 mendatang dan berjalan dua hari. Lomba yang dimulai Kabupaten Karanganyar akan melewati sejumlah tempat, yaitu Kebun Teh Kemuning termasuk bukit Sakura, Grojogan Sewu, kemudian Museum Manusia Purba Sangiran yang berada di Kabupaten Sragen. Selama perjalanan juga banyak dilewati tempat menarik serta kuliernya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun megatakan Pemprov Jateng memang serius memperhatikan sektor pariwisata. Oleh sebab itu event ini termasuk salah satu media untuk promosi.

"Banyak peserta dari luar, kita memang pada kegiatan ini bidi perally dari luar Jawa Tengah," kata Yasin saat lauching Fun and Time Rally 2019 di Taman Srigunting, Kota Lama Semarang, Jumat (21/6/2019) malam.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinung N Rachmadi mengatakan pihaknya terpaksa menolak peserta yang mendaftar karena kuota sudah penuh. Ia menjelaskan kuota 200 peserta dibagi 80 persen peserta luar Jateng dan sisanya dalam Jateng.

"Porsi 80 persen itu kita tawarkan untuk komunitas perally dari Sabang sampai Merauke," jelas Sinung.

"Maksud kami untuk promosi wisata, ini pertama kali," imbuhnya.

Tidak hanya lewat dan mengunjungi, lanjut Sinung, peserta Fun Rally juga harus ngevlog ditempat wisata atau menemukan hal menarik yang lainnya selama race dan memposting di media sosial masing-masing karena akan ada hadiah bagi yang vlog atau fotonya terpilih.

"Jadi dapat ikut memviralkan dan ada daya reapeter-nya, ingin kembali mengunjungi," jelas Sinung.

Pimpinan Lomba, Stevie S Wibowo menjelaskan hal teknis yaitu terkait kecepatan. Tiap peserta ada interval 1 menit kemudian ada batas kecepatan untuk menjelajah rute 88,28 kilometer itu.

"Kecepatan untuk luar 'kota' 25 KM/jam dan dalam kota maksimal 20 KM/jam. Ini Ketepatan waktu bukan speed. Peserta akan disuguhi pemandangan. Bukit Sakura ke Sangiran itu indah sekali," kata Stevie. (sna/sna)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED