Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Jul 2019 17:31 WIB

TRAVEL NEWS

Danau Tambing, Destinasi Milenial Seru di Poso

Nurcholis Ma'arif
detikTravel
Danau di Taman Nasional Lore Lindu/Foto: (stanissr/dTraveler)
Danau di Taman Nasional Lore Lindu/Foto: (stanissr/d'Traveler)
Jakarta - Mendengar nama Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah pasti langsung teringat akan keindahan surga bahari Togean yang menjadi destinasi incaran pelancong dunia. Namun ternyata Sulteng masih menyimpan 1001 keindahan lainnya yang wajib dikunjungi seperti halnya Danau Tambing di Kabupaten Poso.

Hal ini terungkap saat tim Millennial Tourism mengunjungi destinasi tersebut pada acara Famtrip Exotic Poso Land.

"Asli keren. Ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi milenial unggulan Sulteng. Enggak perlu repot, tinggal dikasih sentuhan sedikit saja sudah wah banget. Spot kerennya banyak apalagi kalau ada berbagai aktivitas yang beragam di dalamnya seperti camping serta spot-spot indah lainnya," kata salah satu anggota tim Millennial Tourism, Anggie Angriana dalam keterangan tertulis, Minggu (7/7/2019).


Nama danau ini sudah terkenal sebagai spot petualangan, khususnya untuk pencinta wisata alam terbuka. Apalagi danau ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi itu terhitung cukup tinggi untuk sebuah danau dan inilah yang membuat danau ini punya pemandangan indah dari ketinggian.

Menurut Anggie, tak hanya menawarkan keindahan alam, destinasi ini memiliki kekayaan hayati yang mumpuni. Danau Tambing dikelilingi hutan lebat yang juga merupakan rumah bagi 260 varian burung dan membuatnya dijuluki sebagai "surga burung".

Menariknya lagi, sebesar 30% spesies yang hidup di danau ini merupakan spesies endemik. Burung kipasan Sulawesi (Rhipidura teysmanni) dan burung kancilan ungu (maroon-backed whistler) merupakan dua spesies endemik di kawasan ini.

"Bukan cuma indah tapi juga mengedukasi. Informasinya sangat lengkap. Contohnya informasi berbagai tumbuhan yang tertanam dan beberapa spesies yang hidup di dalamnya," ujar Anggie.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan Sulteng sangat menarik untung dikembangkan menjadi destinasi milenial. Aksesnya mudah dengah jalur udara yang terbuka lebar di mana Sulteng terhubung dengan penerbangan antar kabupaten dan kota melalui tujuh bandara yang dimilikinya. Selain itu, akses jalur daratnya pun sangat baik dengan jalur trans Sulawesinya.

"Saat ini, Sulteng juga tengah berbenah menggenjot aksesibilitas dan konektivitas. Baik itu penerbangan, perjalanan darat, maupun pelayaran. Rencananya konektivitas pelayaran akan menghubungkan enam provinsi yang ada di Sulawesi sedangkan transportasi darat nantinya akan terkoneksi melalui percepatan pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi. Sarana dan sistem transportasi ini akan menghubungkan titik-titik destinasi pariwisata di Sulawesi," papar Rizki.


Hal senada disampaikan Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi, Don Kardono. Bagi Don, pariwisata Sulteng sudah waktunya berkembang jadi destinasi kelas dunia. Sasarannya jelas memaksimalkan potensi pariwisatanya dengan menyasar generasi milenial. Langkah ini jelas dapat mempercepat langkah pengembang destinasi yang ada.

"Karena generasi milenial itu selalu aktif bermain media sosial. Ini yang dapat mempercepat langkah Sulteng untuk mengangkat destinasinya. Promosi lewat media sosial itu sangat cepat dan efektif. Selain itu wisatawan lebih mudah percaya karena yang mempromosikannya adalah wisatawan itu juga," kata Don.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan memang pesona Sulteng tak terbantahkan. Banyak destinasi di Sulteng yang menawarkan petualangan seru bagi wisatawan. Baik wisata alam, wisata sejarah, maupun wisata budaya.

"Sulteng salah satu yang terbaik, pesonanya sudah tidak diragukan. Saya yakin wisatawan akan terpukau. Atraksinya pun setiap tahun semakin bertambah dan selalu mampu memanjakan wisatawan. Ini bukti bukan janji," kata Arief. (ega/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA