Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Jul 2019 09:20 WIB

TRAVEL NEWS

Budaya Pamer Bikin Destinasi Kelebihan Turis

Bonauli
detikTravel
Wat Angkor kelebihan turis (AFP)
Wat Angkor kelebihan turis (AFP)
Jakarta - Fenomena overtourism atau kelebihan turis kini dialami oleh beberapa negara. Wisatawan menjadi penyebab utama lantaran kebiasaan pamer.

Liburan kini menjadi tren dan gaya hidup bagi masyarakat dunia. Sampai-sampai, ada beberapa negara yang harus menutup destinasi primadonanya karena kelebihan turis.

Sebut saja Machu Picchu di Peru, Isle of Skye di Skotlandia, Gion, distrik geisha di Kyoto, Jepang, Red Light District di Amsterdam, Belanda, kanal di Venesia, Maya Bay di Thailand dan Museum Louvre di Paris. Semua destinasi tersebut memiliki masalah yang sama, kelebihan wisatawan, seperti yang diintip detikcom dari BBC, Senin (8/7/2019).

Laporan Organisasi Pariwisata Dunia di bawah PBB bulan Januari 2019 menyebut jumlah wisatawan dunia mencapai 1,4 miliar di tahun 2018.

Pada tahun 1950, jumlahnya 25 juta, tahun 1998 sebanyak 936 juta. Tahun 2030, diperkirakan jumlahnya mencapai 1,8 miliar.

Hal ini didasari dengan tumbuhnya kelas menengah global, harga tiket pesawat lebih murah, target kunjungan dari tiap negara dan budaya pamer media sosial. Yang terakhir menjadi alasan kuat bagi generasi millennial datang ke suatu destinasi.

Belum lagi adanya 'wisata ikut-ikutan'. Traveler pergi ke suatu destinasi hanya karena ingin diakui pernah ke sana. Pengakuan didapat dari banyaknya unggahan di media sosial.

Untuk mengatasi fenomena ini, traveler bisa memulai dari diri sendiri. Sebelum memantapkan pilihan destinasi, ada baiknya bertanya, 'mengapa saya harus pergi ke sana?'.

Cara lain adalah bertanya: apa yang sesungguhnya yang ingin traveler lakukan dan lihat di sana. Daripada hanya sekadar melihat-lihat saja.

Misalnya: jika traveler tak suka museum, tak usah mengunjungi Museum Louvre tanpa mengerti apa yang kamu lihat di sana.

Belum lagi padatnya lokasi, masalah sampah, merusak lingkungan dan tak menghormati budaya lokal, mabuk dan bersikap jorok, serta menyentuh barang-barang dengan tidak pantas. Bahkan turis bisa membuat harga properti naik.

Ini menjadi masalah beberapa waktu lalu di Barcelona. Penduduknya diusir lantaran harga properti melonjak naik dan disewakan.

Yuk, jadi wisatawan pintar yang memberikan dampak positif bagi daerah yang dikunjungi. Bukan cuma sekedar liburan untuk pamer di media sosial. Pastikan setiap kunjungan kita bermakna.

Simak Video "Menjajal Banh Trang Nuoung, Street Food Khas Vietnam"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA