Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Jul 2019 18:45 WIB

TRAVEL NEWS

Raih Status UNESCO, Plt Kadispar Sawahlunto: Perjuangan Berat!

(dok PT Bukit Asam)
Sawahlunto - Baru-baru ini Kota Sawahlunto di Sumbar meraih status UNESCO yang prestisius. Dijelaskan oleh Plt Kadispar Sawahlunto, bawah hal itu tidak mudah.

Dahulu dikenal sebagai Ombilin, kota tambang pertama di Indonesia kian dikenal dunia setelah meraih status 'Situs Warisan Budaya oleh UNESCO.' Pencapaian itu pun menjadi hasil yang membanggakan baik bagi masyarakat Sawahlunto dan Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Kadis Pariwisata Sawahlunto, Ir H Radam saat dihubungi oleh detikcom, Senin (8/7/2019). Dijelaskan oleh Radam, prosesnya telah dimulai lama sejak tahun 2008 silam.

"Yang pertama itu perjuangan almarhum Walikota Amran Nur sejak saya masuk ke Sawahlunto tahun 2008 sudah digagas. Itu memang perjuangan berat itu menggali potensi," ujar Radam.

Dijelaskan oleh Radam, awalnya keinginan untuk mendaftarkan Sawahlunto ke UNESCO dimulai dari kunjungan Pemkab Malaka yang lebih dulu meraih status UNESCO. dari situ Pemkab Sawahlunto kian terpacu.

"Dulu paling yang datang cuma 100 setiap hari setelah itu sampai 5-10 juta turis datang (ke Malaka). Kemudian kami lihat Pulau Komodo sama Subak di Bali," ujar Radam.

BACA JUGA: Bangga! Sawahlunto Ditetapkan Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Meraih status UNESCO bukan perkara mudah. Kegagalan diraih pihak Pemkab saat pertama kali mendaftar tahun 2013 silam. Namun, usaha kembali dimulai tahun 2015 dan berbuah manis.

"Didaftarkan ke Kemendikbud 2013 tapi belum lengkap di sana sini. 2015 yang bisa dikatakan lengkap. Dibawa lah sama pak Menteri ke Eropa diteliti," kenang Radam.

Sekali lagi selamat untuk Sawahlunto yang telah meraih status UNESCO. Semoga semakin banyak wisatawan yang datang ke Sawahlunto dan melihat peninggalan sejarah di sana.

Simak Video "Melihat Seni Bela Diri Tai Chi, Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]
(sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA