Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Jul 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Terkait Isu Penutupan Pulau Komodo, KLHK Tunggu Tim Terpadu

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Pulau Komodo (shutterstock)
Ilustrasi Pulau Komodo (shutterstock)
Jakarta - Isu penutupan Pulau Komodo mulai bergulir kembali seiring kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Labuan Bajo. Pihak KLHK sendiri masih menunggu tim di lapangan.

Awal Januari tahun 2019 ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mulai mencanangkan isu penutupan Taman Nasional (TN) Komodo. Kondisi habitat serta komodo yang kian mengecil akibat perburuan rusa disebut menjadi alasan utama penutupan untuk tujuan koservasi.

Dalam prosesnya, pihak Pemprov NTT pun bersinergi dengan pihak KLHK selaku pemegang utama taman nasional di pusat. Pembicaraan pun terjadi awal Februari di Gedung Manggala Wanabakti, dengan kesepakatan akan isu penutupan Pulau Komodo di awal tahun 2020 mendatang. Tak jadi keseluruhan Taman Nasional Komodo seperti yang awal didengungkan.

BACA JUGA: Terkait Wacana Penutupan TN Komodo, KLHK Akan Buat Tim Terpadu

Pada pembicaraan tersebut, pihak KLHK yang dipimpin oleh Dirjen KSDAE KLHK Wiratno beserta Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan NTT, Alexander Sena serta sejumlah stakeholder sepakat untuk membentuk tim terpadu yang akan memilai kondisi di lapangan.

"Sekarang sesegera mungkin Juli akan ada keputusan terkait penutupan sementara TN Komodo. Ditutup atau tidak ditutup alasannya apa," ujar Wiratno.

Menanggapi hal tersebut, hari Kamis ini (11/7/2019) detikcom kembali meminta tanggapan dari KLHK yang diwakili oleh Kabiro humas, Djati Witjaksono Hadi via pesan singkat.

"Tim masih melakukan penilaian di lapangan, belum ada info lanjutan," ujar Djati singkat.

Sedangkan di lapangan, hari ini Presiden Jokowi telah berkordinasi langsung dengan pihak Pemprov NTT dan Kepala Balai TN Komodo di Pulau Rinca. Ia menyoroti penting pembangunan di sana untuk pariwisata hingga keperluan konservasi.

BACA JUGA: Apakah Pulau Komodo Tidak Ditutup, Tapi Jadinya Eksklusif?

"Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca kemudian ada lautnya. Sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu betul-betul terintegrasi semuanya, karena ini memang ingin kita jadikan wisata yang premium," jelas Jokowi di Pulau Rinca.

Melihat perkembangan yang ada, kini perlu atau tidaknya penutupan Pulau Komodo akan ditentukan lewat laporan dari tim terpadu bentukan KLHK yang ditargetkan rampung bulan Juli ini.

Simak Video "Jokowi Siap 'Sambungkan' Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA