Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Jul 2019 17:08 WIB

TRAVEL NEWS

Tahun Ini Menpar Pasang Target Wisman New Zealand 145 Ribu

Akfa Nasrulhak
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Jakarta -

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyempatkan waktu untuk melakukan benchmarking ke beberapa titik di sela sela event Pacific Exposition 2019 di Skycity Convention Center Auckland, New Zealand. Ia pun menilai New Zealand adalah pasar potensial, bahkan bisa menjadi tambang buat wisatawan berkualitas di Tanah Air.

"Saya sudah melihat angka-angkanya, New Zealand naik bagus sekali. Tahun 2017 pertama kali tembus di atas 100 ribu. Persisnya saya bulatkan 107 ribu wisman, atau persisnya 106,9 ribu wisman. Trennya naik terus, karena itu saya datang ke Auckland," kata Arief, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/7/2019).


Tahun 2018, New Zealand naik lagi menjadi 128 ribu, atau 20% dari tahun sebelumnya yang sudah 107 ribu. Ini pertumbuhan yang cukup bagus, karena ada direct flight dari Denpasar-Auckland oleh Emirates.

"Lagi-lagi, kuncinya adalah direct flights, atau akses langsung," ungkap Arief.

Jebolan ITB Bandung, Surrey University dan Doktor Strategic Management Unpad itu semakin yakin karena Januari sampai Mei 2019 ini sudah 42,7 ribu wisman New Zealand. Mengalami kenaikan 13.26% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Tahun ini target kita 145 ribu, untuk pasar New Zealand," ungkap Arief.

Selama beberapa hari di Auckland, Arief mendapatkan beberapa hal mengenai pasar New Zealand. Pertama, mereka lebih suka adventure, outdoor, alam, dan sebagian besar destinasi yang dibangun di sana berbasis pada alam. Oleh karena itu tagline national brand nya New Zealand adalah Pure 100%.

"Ini semakin mengonfirmasi bahwa digital campaign kita yang menonjolkan alam untuk target market New Zealand sudah tepat. Tentu, tidak mungkin 100% alam, harus ada sentuhan budaya dan hospitality yang menjadi kekuatan Indonesia," ungkap mantan Dirut PT Telkom ini.

Oleh karena itu, Arief meyakini makin bagus dan lengkap infrastruktur yang dibangun untuk mendukung akses ke pariwisata, akan semakin kuat pula daya saing pariwisata Indonesia. Apa yang diprogramkan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur, yang paling diuntungkan adalah sektor pariwisata.

Beberapa infrastruktur fisik, lanjut Arief, seperti jalan, jembatan, bandara, terminal, pelabuhan, marina dan semua kemudahan yang tampak. Ada juga infrastruktur yang tidak tampak, seperti telekomunikasi, jaringan atau network, yang membuat mudah digital technology dioptimalkan.

Kedua, soal budaya atau kebiasaan orang New Zealand, menurut Arief juga sangat toleran dan multikultural, seperti Suku Maori yang hidup berdampingan dan saling menghormati di sana. Bahkan di banyak acara, tradisi doa mereka sering digunakan, di setiap art performing, lagu, tarian, dan budaya mereka juga diangkat.

"Dalam hal budaya, New Zealand sangat toleran. Bisnis mereka lebih banyak di farming atau peternakan biri biri dan sapi, juga pertanian. Ekosistem industrinya sudah menemukan nilai keekonomian," katanya.

Arief juga mengamati bahwa Auckland, kota terbesar di New Zealand, itu tidak banyak mal. Tidak seperti kota kota besar di Indonesia.

"Rupanya mereka tidak terlalu suka ngumpul di mal atau pusat perbelanjaan. Kultur mereka lebih asyik makan bersama, di kafe, bercerita, fashion nya juga cukup sederhana, tidak brand minded," jelasnya.

Ketiga, wisman New Zealand rata rata spending-nya USD 1.500, sehingga Arief menilai pasar New Zealand cukup berkualitas.

"Maka, kita akan semakin serius menggarap New Zealand sebagai originasi yang potensial untuk menaikkan ASPA, average spending per arrival ke Indonesia," pungkasnya.





Simak Video "Ubud Akan Jadi Percontohan Destinasi Kuliner Kelas Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA