Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Jul 2019 19:28 WIB

TRAVEL NEWS

Di Pacific Exposition, Menpar Pamer Capaian Pariwisata RI

Nurcholis Ma'arif
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Jakarta -

Pada forum Pacific Exposition 2019 yang digelar di Auckland, Selandia Baru Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia meningkat tajam. Hal tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan pariwisata Indonesia yang berada di peringkat kesembilan dunia, nomor tiga di Asia, dan nomor satu di kawasan Asia Tenggara.

"Capaian sektor pariwisata Indonesia dicatat oleh perusahaan media di Inggris, The Telegraph. Telegraph mencatat Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (12/7/2019).

Menurut Arief, kunjungan wisman ke Indonesia tumbuh di angka 22%. Angka ini berarti tiga kali lipat dibanding rata-rata pertumbuhan regional Asia Tenggara yang tumbuh sebesar 7% sedangkan pertumbuhan dunia saja hanya mencapai 6%. Selain itu, indeks daya saing pariwisata Indonesia juga meningkat dari peringkat 70 dunia di tahun 2013 ke posisi 42 besar di 2017.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga telah mendapat berbagai penghargaan dunia tiap tahunnya. Tahun 2016, Kemenpar memperoleh 46 penghargaan dunia, tahun 2017 mendapat 27, dan tahun 2018 memperoleh 66. Selain itu, penerimaan devisa Indonesia dari sektor pariwisata juga terus meningkat sejak 2015.

"Bukan hanya penghasil devisa terbesar, tetapi juga menjadi yang terbaik. Pariwisata Indonesia sudah diakui dunia. Salah satu buktinya, Kemenpar terpilih sebagai The Best Ministry Of Tourism atau Best National Tourism Organization (NTO) se-Asia Pasifik di ajang TTG Travel Awards 2018," ujar Arief.

Menurutnya, di tahun 2019, pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan devisa Indonesia. Angkanya dapat meningkat hingga USD 20 miliar. Jumlah ini melebihi migas, batu bara, dan minyak kelapa sawit. Ia juga mengatakan bahwa kesuksesan pariwisata Indonesia bisa iikuti oleh negara-negara kawasan pasifik yang hadir dalam acara tersebut. Salah satu contohnya berkaca dari benchmark Wonderful Indonesia.

"Melalui Rencana Strategis Pariwisata ASEAN untuk 2016-2025, ASEAN ingin membangun tujuan wisata berkualitas, menawarkan pengalaman ASEAN yang unik dan beragam. Kita juga berkomitmen untuk pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, inklusif, dan seimbang karena akan berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat ASEAN," ucap Arief.

Untuk mencapai tujuan itu, ada dua strategi yang diambil. Strategi pertama yaitu meningkatkan daya saing ASEAN sebagai tujuan wisata tunggal yang berarti negara-negara akan berkolaborasi. Seperti untuk mengintensifkan promosi dan pemasaran, diversifikasi produk pariwisata, termasuk menarik investasi pariwisata dan meningkatkan kualitas SDM pariwisata, standar fasilitas pariwisata, dan pelayanannya.

Selanjutnya strategi kedua adalah memastikan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan inklusif. Hal ini memerlukan beberapa tindakan, yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal, sektor swasta, dan sektor publik dalam pembangunan. Kemudian memastikan keselamatan dan keamanan, memprioritaskan perlindungan dan pengelolaan situs warisan dan meningkatkan upaya terhadap pelestarian lingkungan serta perubahan iklim.

Menurut Arief, Program Pariwisata Berkelanjutan Tunggal di ASEAN telah terbukti efektif. Utamanya dalam mengembangkan pariwisata di kawasan ini. Ada pelajaran yang dapat ditarik dari pengalaman ASEAN bahwa harus berkolaborasi untuk menjadi tujuan wisata yang besar dan kuat. Dalam upaya untuk menjadikan Pasifik sebagai single destination, semua di kawasan Pasifik, perlu bekerja dan saling mendukung.

"Negara-negara pasifik juga harus dipromosikan sebagai brand One Pacific Destination kepada wisatawan global. Membangun dan mempromosikan One Pacific Destination dapat menjadi solusi. Solusi untuk membentuk masa depan pariwisata berkelanjutan bagi destinasi Pasifik," ucap Arief.

Arief juga berharap ada tindak lanjut setelah forum, yaitu untuk membangun strategi dan upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Menurutnya, sektor pariwisata di wilayah Pasifik semakin meningkat dan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dalam dekade mendatang. Pariwisata juga akan menjadi salah satu bidang kerja sama terpenting di negara-negara pasifik dan akan dianggap sebagai pendorong sosial ekonomi utama untuk pertumbuhan dan pembangunan.

"Mudah-mudahan forum ini dapat memberi wawasan yang bermanfaat, wawasan yang dibalut dengan kesuksesan, dan menghasilkan hasil substansial. Juga keuntungan nyata yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi One Pacific Destination," pungkas Arief.





Simak Video "Ubud Akan Jadi Percontohan Destinasi Kuliner Kelas Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA