Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Jul 2019 13:30 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Istilah 'Transfer In & Out' di Dunia Pemandu Wisata

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ketua HPI DKI Jakarta, Revalino Tobing (sebelah kiri) (Johanes Randy/detikTravel)
Ketua HPI DKI Jakarta, Revalino Tobing (sebelah kiri) (Johanes Randy/detikTravel)
Jakarta - Dalam dunia pemandu wisata ada istilah transfer 'in dan out' saat membawa wisatawan. Ini penjelasannya.

Menjadi pemandu wisata atau pramuwisata tak hanya membutuhkan keterampilan berbahasa asing saja, tapi lebih dari itu. Teknis itu pun dijelaskan dalam acara pelatihan anak baru oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta yang diikuti detikcom Rabu ini (17/7/2019).

Berawal di Stasiun Kereta Api Gambir, sekitar 32 peserta anggota HPI DKI Jakarta telah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB sesuai kesepakatan. Turut hadir pula Ketua HPI DKI Jakarta, Revalino Tobing yang ikut mendampingi.

Dijelaskan oleh Revalino, acara pelatihan hari ini khusus diberikan oleh pihak HPI DKI Jakarta untuk menambah ilmu dari para pemandu wisata di luar kelas atau praktek lapangan langsung.

"Materi di diklat kita refresh, bukan di kelas tapi dalam bus, jadi langsung praktek," ujar Revalino.

(Johanes Randy/detikcom)(Johanes Randy/detikcom)


Agar makin menjiwai, simulasi pun langsung dilakukan di Stasiun Gambir. Yang pertama dilakukan Transfer In atau penjemputan wisatawan di Stasiun Gambir ke bus.

"Skenario pertama Stasiun Gambir-Bandara Sorkarno Hatta T3 (transfer out). Wisatawan Denmark menumpang KA Taksaka dari Stasiun Yogyakarta menuju Stasiun Gambir lalu perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta," ujar Revalino.

Sambil simulasi, para pemandu pun diberi pelajaran bagaimana menyambut calon tamu yang akan mereka guide. Tak lupa juga paging board berisi profil seperti nama tamu, perusahaan penyedia jasa guide dan detil lainnya. Turut hadir juga pemandu wisata senior bernama Erwan yang ikut memberi penjelasan.

"Kita harus mengenal tamu kita sebelumnya, dari negara asal sampai fotonya. Jadi pas ketemu kita bisa langsung tahu dan gak canggung," ujar Erwan.

(Johanes Randy/detikcom)(Johanes Randy/detikcom)


Setiba tamu di bandara, pemandu pun bisa menawarkan berbagai opsi seperti toilet, makan minum hingga kartu sim card dan lainnya. Namun, sekali lagi pemandu harus lebih peka memperlakukan tamunya.

"Kalau naik kereta misalnya, biasa tamu capek. Siapkan roti atau snack box saat mereka datang," ujar Erwan.

BACA JUGA: Guide Ilegal Rusia Bikin Resah Pemandu Wisata Lokal Bali

Setelah simulasi bertemu dengan tamu, para pemandu pun mengajak mereka ke bus yang telah menanti. Setelah memasukkan koper, tamu pun dibawa ke Bandara Soekarno Hatta T3. Di jalan, pemandu wisata pun bisa berinovasi dengan memberi informasi terkait tempat wisata yang dilewati dan lainnya.

"Di jalan bisa meng-guide soal tempat wisata yang dilewati. Jangan lupa juga ingatkan tamu akan hp dan barang bawaan lain sebelum meninggalkan bus," ujar Revalino.

(Johanes Randy/detikcom)(Johanes Randy/detikcom)


Tiba di bandara, skenario pertama pun berakhir dengan Transfer Out tamu ke konter check-in pesawat. Pemandu pun dianjurkan untuk mengantar tamu hingga sebelum konter imigrasi.

"Mengantar tamu sampai sebelum imigrasi, full hospitality Indonesia," tutup Revalino.

Itulah pengertian dari Transfer In dan Transfer Out dalam dunia pemandu wisata. Mungkin berguna bagi traveler yang ingin belajar jadi pemandu wisata profesional.



Simak Video "Kuy, Kita Main ke Kampung Keroncong!"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA