Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jul 2019 08:20 WIB

TRAVEL NEWS

Kabar Bahagia dari Danau Toba

Bonauli
detikTravel
Foto: Danau Toba (Sena Pertiwi/detikTravel)
Foto: Danau Toba (Sena Pertiwi/detikTravel)
Jakarta - Ada kabar menggembirakan dari Danau Toba. Kawasan danau indah ini bakal jadi destinasi kelas dunia yang semakin eksotis.

Pengembangan kawasan Danau Toba terus dilakukan hingga tenggat akhir pada tahun 2020. Dalam Seminar Pengembangan 15 Danau Prioritas Sebagai Destinasi Pariwisata, di Hotel Dafam Teraskita, Jakarta, Rabu (17/7/2019) Danau Toba memberikan beberapa kemajuan.

"Danau Toba sedang dirintis dengan nomadic tourism, ada glamping dan karavan," ujar Dadang Rizki Rahmat, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenpar.

Dadang menambahkan bahwa glamping menjadi salah satu cara bagi suatu destinasi agar cepat berkembang. Lagi, konsep glamping ini tidak memakan waktu lama untuk pembangunan.

"Isinya glamping lebih bagus. Semoga diikuti oleh danau-danau prioritas lainnya," ungkap Dadang.

Naswardi, Kabid Danau Situ dan Embung Direktorat Bendungan Ditjen Sumber Daya Air, juga ikut memberikan informasi terkait pengembangan Danau Toba.

"Untuk mendukung pariwisata, Danau Toba melakukan pelebaran alur. Nantinya kapal besar bisa mengelilingi Danau Toba. Lalu ada penambahan jembatan," papar Naswardi.

Selain itu, Kemenpar dan beberapa kementerian terkait juga melakukan langkah besar untuk kemajuan Danau Toba. Saat ini, Kemenpar sudah menyarankan nama Danau Toba sebagai salah satu UNESCO Global Geopark Dunia.

Lantas, persiapan apa saja yang sudah dilakukan?

Persiapan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia tak lepas dari penyelesaian masalah yang terjadi. Seperti yang diketahui, masalah danau di indonesia tak lepas dari sampah, limbah dan sedimentasi.

"Masalah Danau Toba itu keramba jaring apung, sampah hotel, limbah rumah tangga dan sedimentasi. Ini mempercepat penurunan kualitas air dan terjadinya pendangkalan," tutur Naswardi.

Masalah-masalah ini bukan cuma dihadapi oleh Danau Toba, tapi hampir semua danau Indonesia. Dari total 800 danau, dipilihlah 15 prioritas yang perlu diselamatkan dan dijaga.

Pariwisata sendiri dinilai mempercepat kenaikan nilai ekonomi masyarakat lokal. Untuk itu, ada beberapa aktivitas yang dinilai memberikan kemajuan popularitas danau.

"Pengembangan pariwisata bisa dengan adanya festival danau. Festival Danau Toba jadi salah satunya," ujar Prof Winarni D Monoarfa, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Setelah dikenalkan lewat festival, danau harus dirawat dan dijaga dengan baik. Karena danau menjadi persediaan air permukaan yang jadi penopang hidup masyarakat.

Danau menjadi salah satunya ekowisata yang menyumbang untuk pertumbuhan ekonomi. Tapi kalau tidak dihitung daya tampungnya akan menghancurkan alam," jelas Nur Hygiawiati Rahayu, mewakili Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air.

Simak Video "Jokowi Akan Sulap Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Berkelas"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA