Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jul 2019 19:30 WIB

TRAVEL NEWS

Orang Aborigin Marah, Batu Sucinya Didaki Turis

Afif Farhan
detikTravel
Uluru, batu suci bagi suku Aborigin (iStock)
Uluru, batu suci bagi suku Aborigin (iStock)
Alice Springs - Suku Aborigin geram dan marah, sebab masih ada saja turis yang mendaki Uluru. Padahal, itu adalah situs suci bagi mereka.

Uluru (disebut juga Ayers Rock) berada di Taman Nasional Uluru Kata Tjuta di Red Centre Australia. Lokasinya sekitar 350 km dari Kota Alice Springs di bagian Australia Tengah.

Uluru sudah masuk dalam daftar World Heritage dari UNESCO. Bisa disebut, Uluru merupakan salah satu ikon pariwisata Australia dengan kunjungan turis mencapai angka rata-rata 200 ribu per tahun

Uluru merupakan suatu sebuah formasi batu berukuran besar berusia ratusan juta tahun, dengan tinggi mencapai 800-an meter. Warna merahnya, begitu kontras dengan padang tandus di sekitarnya.

BACA JUGA: Mungkin Ini Suvenir Paling Terkutuk di Dunia

(iStock)(iStock)


Dilansir dari BBC, Kamis (18/7/2019) mulai Oktober 2019 mendatang akan diberlakukan larangan pendakian di Uluru. Sebabnya, masyarakat Aborigin percaya bahwa Uluru adalah batu yang suci.

Para penjaga tradisional Uluru, masyarakat Anangu yang juga suku Aborigin, percaya bentang alam ini adalah awal mula sumber kehidupan manusia di Bumi. Dari Uluru, muncul air dan berbagai hewan dari dalam gua-guanya.

Sejak saat itu, mereka melindungi lahan yang sakral ini. Maka jangan heran, ada banyak lukisan primitif di Uluru yang menggambarkan sejarah-sejarah dan kepercayaan di zaman dulu.

(iStock)(iStock)


Hingga kini pun, orang-orang Aborigin masih menjaga nilai-nilai peninggalan leluhur di Uluru. Oleh sebab itu, mereka melarang turis untuk mendaki sampai puncak batunya. Namun, masih boleh kok berada di sekitarnya.

Apalagi, banyak turis yang meninggal saat mendaki Uluru. 16 Persen pengunjung melakukan pendakian antara 2011 sampai 2015 dan tercatat sedikitnya 35 orang tewas sejak 1950-an.

Banyaknya turis yang mendaki juga dinilai akan merusak bebatuan di Uluru. Belum lagi, tak sedikit sampah-sampah bertebaran.

(iStock)(iStock)


Sebelum larangan penutupan pendakian Uluru, turis dari berbagai dunia datang untuk bisa mendakinya. Walau sudah ada penjelasan larangan mendaki ke puncak Uluru dalam 6 bahasa, tetap saja turis-turisnya nakal dan mendaki.

Terbaru, foto dari seorang warga Australia bernama Glenn Minett menampilkan antrean pendakian di Uluru. Mengular panjang!



Sontak saja, orang-orang Aborigin geram dan marah. Mereka akan lebih menegaskan lagi aturannya.

"Ini adalah tempat yang sangat penting, bukan taman bermain atau taman hiburan seperti Disneyland," tegas ketua Dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, Sammy Wilson.

Orang-orang Australia lainnya pun angkat suara. Mereka meminta turis untuk menghormati suku Aborigin dan kepercayaannya. Uluru adalah batu suci bagi mereka, maka janganlah mengusiknya.

(iStock)(iStock)


Yang bikin sedih, beberapa turis yang mau mendaki Uluru terang-terangan tidak mengindahkan larangannya. Mereka hanya berpikir, kapan lagi mendaki Uluru sebelum benar-benar ditutup.

Duh! (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA