Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Agu 2019 07:20 WIB

TRAVEL NEWS

Hawa Malam-Pagi Jadi Lebih Dingin dari Biasanya, Ini Sebabnya

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi kemarau, potret Kekeringan Sawah di Kabupaten Bandung (Wisma Putra/detikcom)
Ilustrasi kemarau, potret Kekeringan Sawah di Kabupaten Bandung (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta - Apakah traveler merasakan hawa yang lebih sejuk di Jakarta dari malam sampai pagi hari? Apalagi di gunung. BMKG pun punya jawabannya.

Dalam pengalaman detikcom mendaki beberapa gunung, puncak hawa dingin memang ada di musim kemarau. Saat musim penghujan malah hawanya cenderung hangat. Tapi begitulah kondisi iklim sekarang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam postingan di Instagram resminya menjelaskan hawa dingin dalam beberapa hari belakangan. Katanya, seperti dilihat detikcom, Kamis (8/8/2019), hawa panas yang panjang akan kita rasakan sebelum merasakan dingin di malam hari.

"Sebelum besok pagi ada yang ngeluh lagi karena kedinginan. Tahukah sobat sekalian bahwa panas yang kita rasakan di bumi merupakan energi gelombang panjang yang dipancarkan bumi setelah menyerap radiasi matahari berupa gelombang pendek," kata BMKG.

View this post on Instagram

Sebelum besok pagi ada yang ngeluh lagi karena kedinginan . . Tahukah sobat sekalian bahwa panas yang kita rasakan di bumi merupakan energi gelombang panjang yang dipancarkan bumi setelah menyerap radiasi matahari berupa gelombang pendek. Panas permukaan bumi tersebut membuat kita hangat karena energi gelombang panjang tersebut dipantulkan kembali ke bumi oleh awan-awan diatas sana. . . Nah Lebih dinginnya udara yang dirasakan sobat sekalian terutama pada musim kemarau ini disebabkan karena tidak adanya awan pada malam hari sehingga panas permukaan bumi atau gelombang panjang dipancarkan seluruhnya dan tidak ada yang dipantulkan kembali ke Bumi. Dinginnya udara malam hari akan berlangsung hingga pagi hari menjelang siang hari hingga bumi kembali menyerap energi gelombang pendek dari matahari kemudian dipancarkan lagi ke atmosfer dan pada saat itulah kita akan kembali merasakan kehangatan/panas bumi. . . Jadi mulai skrg siapin jaket buat berangkat ke sekolah, ke kampus atau bekerja besok. Jangan lupa minuman hangatnya. Kalau masih kedinginan juga berarti kamu..... (Silahkan isi sendiri)

A post shared by BMKG (@infobmkg) on Aug 6, 2019 at 6:59am PDT



"Panas permukaan bumi tersebut membuat kita hangat karena energi gelombang panjang tersebut dipantulkan kembali ke bumi oleh awan-awan di atas sana," imbuhnya.

Jadi sampai di sini dimengerti bahwa awan adalah penyebab kenapa suhu di siang hari akan terasa panas. Saat malam akan terasa dingin karena tidak ada awan. Cuaca https://www.detik.com/tag/cuaca/ seperti ini mengagetkan sebagian orang.

"Nah Lebih dinginnya udara yang dirasakan sobat sekalian terutama pada musim kemarau ini disebabkan karena tidak adanya awan pada malam hari sehingga panas permukaan bumi atau gelombang panjang dipancarkan seluruhnya dan tidak ada yang dipantulkan kembali ke Bumi," jelas BMKG.

Lebih lanjut, dinginnya udara malam hari akan berlangsung hingga pagi hari menjelang siang hari. Itu terjadi hingga bumi kembali menyerap energi gelombang pendek dari matahari kemudian dipancarkan lagi ke atmosfer.

"Dan, pada saat itulah kita akan kembali merasakan kehangatan/panas bumi," pungkas BMKG.




Simak Video "BMKG Prediksi Hujan Mulai Intens Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA