Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Agu 2019 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

Lagi, Penumpang Diperlakukan Rasis dan Dilarang Terbang

Syanti Mustika
detikTravel
Penumpang diperlakukan rasis (josharthur_/Instagram)
Penumpang diperlakukan rasis (josharthur_/Instagram)
Amsterdam - Perlakuan tidak enak kadang terjadi dalam penerbangan. Penumpang tujuan Inggris mendapatkan diskriminasi rasial karena warna kulit di Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda.

Perlakuan rasis masih terjadi di beberapa tempat publik, salah satunya adalah di bandara. Kejadian tidak mengenakan ini menimpa sepasang suami istri bersama bayi 3 bulannya yang saat ingin terbang ke London.

Dilansir detikcom dari beragam sumber, Rabu (7/8/2019) peristiwa diskriminasi ini dilakukan oleh staf British Airlines di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda. Perlakuan ini diterima oleh pasangan suami istri dan bayinya saat ingin bertolak ke London setelah liburan di Amsterdam.

Kejadian bermula keluarga ini chek-in dan tidak mendapatkan boarding pass karena keterlambatan penerbangan. Manajemen bandara pun mengumumkan kepada British Airlines (BA) untuk memberikan izin supaya penumpang diperbolehkan masuk gate.

Sesampainya di gate, hal tak terduga pun terjadi. Keluarga kecil ini dilarang dihadang oleh petugas BA dan mereka dilarang masuk ke gate. Namun perlakuan berbeda diterima oleh turis lain yang mereka sebut 'English Man' yang juga dalam kondisi yang sama dengan keluarga ini. Pria berkulit putih ini diperbolehkan masuk oleh petugas.

View this post on Instagram

DISCRIMINATION STILL EXISTS, SHARE: ⁣ ⁣ Due to flight delays, a couple and their 3-month-old baby hadn't checked in yet, which resulted in them not getting their boarding passes. The same thing also happened to an English man. The airport staff understood the situation contacted the BA gate manager who agreed all passengers could obtain a boarding pass at the gate, and board the plane. They were therefore allowed to all pass through security and up to the gate. ⁣⁣ ⁣⁣ However, at the boarding gate, the British Airways boarding gate staff let the English man on the plane, but wouldn't let the couple and their baby board - even though the airport managers and BA manager had already authorised their boarding and let them through security without a boarding pass. The BA workers at the gate were very rude and didn't even want to hear what the couple had to say. They shouted at the young family, refused to call their manager for confirmation and even called the airport police to escort the couple away. The police were violent and aggressive to both the couple AND other passengers who tried to help.⁣⁣ ⁣⁣ To this moment no one knows why they were turned away as they were in the exact same situation as the English man. The BA gate staff repeatedly refused to answer that question when asked by both the couple and other passengers.⁣⁣ ⁣⁣ They had a three-month-old baby and the next flight wasn't until the next morning. ⁣When the pilot and cabin crew heard what happened they immediately tried to search for the couple and get them to board the plane. But unfortunately the airport police had already ushered them away. ⁣⁣ ⁣⁣ We, passengers, filmed what happened at the boarding gate for evidence. When the British Airways workers at the gate found out they threatened us by saying that we weren't allowed to board the plane, unless they saw us delete the video, even going as far as demanding to check our phones themselves. Luckily, we managed to save the video for evidence elsewhere.

A post shared by Joshua Immanuel Arthur (@josharthur_) on Jul 29, 2019 at 11:43am PDT



Tentu saja mereka merasa didiskriminasi, padahal mereka berada di kondisi yang sama. Keluarga asal London ini pun menjelaskan kepada petugas gate bahwa mereka telah diizinkan manajemen bandara untuk tetap terbang. Bahkan petugas bandara juga telah mengizinkan mereka terbang tanpa tiket boarding.

Namun petugas gate BA tidak peduli, bahkan mereka memanggil polisi untuk meminta keluarga ini mundur dari gate. Salah satu rekan perjalanan mereka bernama Joshua Arthur mendokumentasikan peristiwa ini dan menguploadnya ke Instagram.

Terdapat dua video yang dibagikan, pertama memperlihatkan bagaimana ibu muda yang menggendong bayinya terliat tertekan.

"Saya tidak mengerti. Orang ini baru saja mendapatkan tiket dan belum check in. Saya tidak mengerti kenapa kita diperlakukan seperti ini," ungkapnya sembari menunjuk seorang pria berkulit putih.

Sang ayah bayi pun berujar seolah diperlakukan layaknya kriminal. "Mereka seperti mengusir kita. Seolah kita adalah para kriminal," katanya. Kemudian dia menoleh ke petugas BA dan mengatakan "Dengar, kita semua manusia di sini,".

Tak henti di situ, sang ibu pun lanjut protes dan menunjuk ke pria berkulit putih sembari berkata, "Maaf, pria ini juga tidak check in."

"Ini diskriminasi," lanjutnya. Kemudian terlihat seorang polisi berjalan ke arah mereka.

Di video selanjutnya terlihat polisi berbicara dengan salah satu penumpang yang membela keluarga ini. Polisi ini meminta orang ini untuk mundur. Kemudian polisi ini mendorong calon penumpang dan terjadilah keributan.

Dalam caption-nya, Joshua juga mengatakan bahwa dia bersama penumpang lainnya merekam kejadian ini untuk barang bukti. Namun ketika polisi menyadari mereka agresif dan meminta para penumpang untuk menghapus video ini di hadapan mereka atau mereka dilarang terbang. Syukur, mereka berhasil menyelamatkan dua video ini untuk dijadikan bukti.

Menanggapi peristiwa ini, juru bicara British Airlines mengatakan bahwa mereka telah membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan masalah yang tidak menyenangkan ini. Mereka akan melakukan kontak langsung dengan penumpang dan akan melakukan penyelidikan menyeluruh dengan pihak bandara.

Hal yang sama juga diungkapkan juru bicara Kepolisian Schiphol. Mereka akan menindaklanjuti petugas yang terekam dalam video.

Simak Video "National Gallery, Museum yang Wajib Dikunjungi Saat di London"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA