Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Agu 2019 16:38 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Gelar Inaugural Sambut Penerbangan Malindo Sydney-Denpasar

Faidah Umu Sofuroh
detikTravel
Foto: Dok Malindo Air
Foto: Dok Malindo Air
Jakarta - Seksinya pariwisata Bali tak pernah henti menghipnotis dunia. Masifnya Bali mendatangkan wisatawan membuat banyak maskapai berebut untuk masuk ke dalamnya. Termasuk juga Malindo Air yang membuka rute penerbangan baru Sydney-Denpasar, Kamis, 15 Agustus 2019.

Menyambut pembukaan rute baru tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) langsung action. Acara Inaugural pun digelar menyambut rute terbaru tersebut. Menurut Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, Kemenpar, Judi Rifajantoro, sebuah selebrasi inaugural di Intercontinental Hotel Sydney disiapkan khusus menyambut penerbangan tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Secretary General Ministry of Transport Malaysia, Datuk Mohd Khairul Adib Bin Abd Rahman, serta CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy.

"Rute baru Malindo Air ini sangat positif. Di penerbangan perdananya saja, rute ini sudah membawa 141 penumpang yang terbagi dalam dua kelas. Yang kelas bisnis ada 12 penumpang dan kelas ekonomi diisi oleh 129 penumpang," ujar Judi, dalam keterangan tertullis, Kamis (15/8/2019).

Hasil ini jelas sangat baik. Apalagi tingkat keterisian penumpang sudah sangat baik di penerbangan pertama. Maka sangatlah wajar Kemenpar pun ikut antusias menyambut rute penerbangan tersebut. Judi menambahkan, acara inaugural yang dilakukan Kemenpar pun juga dilakukan pada saat penerbangan. Alunan gamelan rindik Bali ikut mewarnai penerbangan tersebut. Di samping itu, Kemenpar pun menyediakan cupcake, dan souvenir untuk seluruh penumpang.

"Pendukungan ini merupakan komitmen Kemenpar terhadap upaya peningkatan kunjungan wisman dari Australia ke Indonesia. Sebagai salah satu fokus pasar, pembukaan rute ini menjadi berita yang sangat baik karena akan menambah pilihan akses bagi wisatawan," ungkap Judi.

Lebih lanjut Judi mengatakan, langkah Malindo Air membuka rute tersebut sangat tepat. Pasalnya Bali selama ini menjadi pilihan utama wisatawan Australia. Tercatat, lebih dari 1,2 juta wisatawan Australia berkunjung ke Indonesia dalam periode 12 bulan yang berakhir pada Oktober 2018. Menurut ABS Overseas Arrivals and Departures, Australia, angka tersebut meningkat sebesar 200 persen jika dibandingkan dengan satu dekade silam.

Selain itu, riset yang dilakukan oleh Leading Indicator Report - Holiday Travel Intention, Roy Morgan, menunjukkan bahwa 10 persen warga Australia berencana mengunjungi Bali dalam 12 bulan berikutnya. Riset tersebut dilakukan pada Juli 2018. Padahal 10 tahun lalu, hanya 6 persen warga Australia yang tercatat berencana demikian.

"Keberadaan airlines sangat penting bagi Indonesia. Secara khusus, wisman Australia sekitar 90% datang ke indonesia melalui jalur udara. Saya sangat mengapresiasi Malindo yang cukup subur membuka rute baru ke indonesia. Ke depannya semoga kerja sama ini akan semakin baik dan kita harapkan Malindo dapat membuka rute lainnya selain Bali. Terlebih ke destinasi super prioritas yang saat ini tengah kita genjot bersama," tutup Judi.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan Malindo Air dalam membuka akses yang semakin besar dari Australia. Sebab jelas, Australia adalah salah satu pasar utama bagi Indonesia. Di samping Itu, Bali selalu menjadi favorit destinasi bagi warga Australia.


"Bali masih menjadi magnet terbesar bagi wisatawan Australia. Bahkan seperti rumah kedua bagi mereka. Tidak salah bila Malindo Air membuka penerbangan rute Denpasar. Peluangnya sangat bagus," ujar Arief Yahya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 60 persen wisman Australia adalah merupakan repeater. Itu berarti mereka sudah berwisata ke Indonesia lebih dari satu kali. Oleh karena itu, penting untuk bisa memperkenalkan daerah lain yang tak kalah indahnya.

"Nantinya kita bisa kembangkan kerja sama dengan membuka rute penerbangan ke destinasi lainnya. Seperti Yogyakarta yang telah memiliki bandara internasional baru, atau Danau Toba yang juga sudah siap. Ini peluang yang jika tidak ditangkap dengan baik maka akan diambil oleh maskapai lainnya," pungkasnya.

Simak Video "Malindo Air Tergelincir di Bandung, Ini Penjelasan Danlanud Husein"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/prf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA