Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Agu 2019 17:45 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Ada Perayaan HUT RI di Gunung Slamet, Pendaki Pilih Gunung Lain

Arbi Anugrah
detikTravel
Gunung Slamet dari kejauhan (Robby Bernardi/detikcom)
Gunung Slamet dari kejauhan (Robby Bernardi/detikcom)

FOKUS BERITA

Naik Gunung Agustusan
Purbalingga - Naiknya status Gunung Slamet jadi waspada level II, membuat para pendaki memilih gunung lain untuk perayaan Hari kemerdekaan. Seperti ke Gunung Merbabu.

"Pendakian ini jauh jauh hari sudah disiapkan awalnya memang di Gunung Slamet, (melalui) jalur baturaden. Akhirnya dialihkan ke Gunung Merbabu karena status gubung Slamet aktif dan tutup," kata Ketua Wijayakusuma Pecinta Alam (Wikupala), Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto saat dihubungi detikcom Jumat (16/8/2019).

Dia menjelaskan jika Wikupala sendiri sudah setiap tahunnya melakukan pendakian merah putih saat 17 Agustus untuk mengibarkan bendera merah putih dalam upacara yang dilaksanakan di puncak gunung.

"Kegiatannya wikupala sendiri sudah rutinitas setiap 17 Agustus ada pendakian merah putih, prosesi acaranya naik, lalu pada saat pembacaan teks proklamasi kita berdoa dan pengibaran bendera merah putih dan prosesi upacara," jelasnya.

"Ini merupakan pendakian merah putih yang ke 9 dengan 13 anggota yang melakukan pendakian di Gunung Merbabu," ucapnya.

Sementara menurut Koordinator SAR Pos Bambangan Purbalingga, Slamet Ardiansyah mengatakan, biasanya pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan tahun-tahun sebelumnya, tercatat hingga ribuan orang mendaki gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

"Jalur masih ditutup karena statusnya masih level II, karena sudah tahu statusnya level II, para pendaki (memilih) naik ke gunung yang dibuka, seperti Gunung Sindoro, Prau dan Merbabu," ujar Slamet.

BACA JUGA: Gunung Slamet Berstatus Waspada, Ini Imbauan Buat Pendaki

Tidak adanya perayaan HUT Kemerdekaan di puncak Gunung Slamet juga ditegaskan oleh Junior Manajer Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur Sugito. Dia mengatakan jika jalur pendakian Gunung Slamet hingga saat ini masih ditutup.

"Jalur pendakian yang kami kelola masih ditutup, (sehingga) tidak ada peringatan 17-an di puncak," ujarnya.



Simak Video "Semarak Festival Gunung Slamet di Purbalingga "
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)

FOKUS BERITA

Naik Gunung Agustusan
BERITA TERKAIT
BACA JUGA