Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Agu 2019 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Naik Taksi di Makkah, Bisa Sharing & Jangan Lupa Nawar!

Ardhi Suryadhi
detikTravel
Ilustrasi taksi di Makkah (Ardhi/detikcom)
Ilustrasi taksi di Makkah (Ardhi/detikcom)
Makkah - Taksi menjadi salah satu transportasi utama bagi traveler di Makkah, Arab Saudi. Cobalah sharing dan jangan lupa menawar biar lebih irit.

Pengalaman ini pun sempat dialami detikcom dalam fase ibadah haji tahun 2019 ini. Di mana saat itu pada pagi hari usai salat Subuh di Masjidil Haram, detikcom dan awak media lain ingin bertolak ke suatu tempat menggunakan taksi.

Ya, Masjidil Haram memang tak pernah sepi, terlebih di musim haji. Baik pagi, siang, hingga dini hari para jamaah berbondong-bondong datang untuk beribadah di masjid suci tersebut.

Kembali ke soal taksi. Dalam situasi jamaah yang ramai, mencari taksi di area Masjidil Haram bukanlah pekerjaan mudah. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk berjalan sedikit untuk menjauhi pusat keramaian.

Sejumlah taksi awalnya enggan berhenti karena sudah terisi. Hanya tak lama kemudian, ada sebuah taksi mendekat. Sang sopir taksi pun coba menanyakan arah tujuan kami dengan bahasa isyarat.

"Mau ke mana?" begitu kira-kira maksudnya disertai gerakan tangan ke udara.

Kami lantas menyebutkan sebuah lokasi disertai peta di Google Maps. Memang, hampir semua sopir taksi di Makkah yang pernah ditemui detikcom sulit berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Jadi bahasa isyarat atau bahasa kalkulator jadi jembatan komunikasi kami.

Jangan lupa menawar kalau naik taksi di Makkah (Ardhi/detikcom)Jangan lupa menawar kalau naik taksi di Makkah (Ardhi/detikcom)

Setelah memastikan lokasi yang dituju, pak supir pun mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam taksi yang dikemudikannya.

Nah, kegalauan kami mulai muncul di sini. Pasalnya, taksi yang menggunakan armada sedan Hyundai Elantra tersebut sejatinya sudah terisi oleh dua orang yang sepertinya juga baru pulang dari Masjidil Haram.

Sedangkan rombongan kami tiga orang, dan (maaf) penumpang yang sudah naik itu pun memiliki ukuran tubuh yang cukup besar.

Tentu saja ada tarik ulur pendapat di sini. Di satu sisi kami tengah mengejar waktu, tapi di sisi lain kami sadar bahwa kapasitas taksi ini sudah penuh. Namun, pada akhirnya sang supir taksi meyakinkan kami.

"Ayo tak apa-apa, masih bisa masuk. Dua orang di depan, satu orang duduk di belakang," demikian arahannya yang masih dengan bahasa isyarat.

Ada banyak pilihan mobil taksi di Makkah (Ardhi/detikcom)Ada banyak pilihan mobil taksi di Makkah (Ardhi/detikcom)

Maka jadilah kami jadi penumpang taksi tersebut dengan kondisi berdesak-desakan. Terlebih bagi penumpang yang duduk di depan, di mana kondisi bangku penumpang mobil sedan itu harus diisi oleh dua penumpang. Alhasil, paha ini harus beberapa kali menyentuh panel perseneling karena saking sempitnya.

Oh iya, hal penting lainnya jika ingin menggunakan taksi di Makkah adalah harus tanya berapa tarifnya sebelum masuk mobil. Sebab, di sini taksi tak menggunakan argo, melainkan ada proses tawar menawar terlebih dahulu. Bisa-bisa ketika asal masuk taksi tanpa tawar menawar, tarif Anda bisa 'diketok.'

Pilihan armada taksi di Makkah sendiri terbilang beragam. Mereka menggunakan Toyota Camry, Hyundai Elantra dan Kia Optima untuk armada sedan. Sedangkan untuk mini bus ada Hyundai H1 dan Toyota Innova.

Sementara kondisinya dijamin lebih kinclong taksi-taksi di Indonesia. Spion sudah mau putus, mobil baret-baret hingga beberapa bagian sudah penyok tak diambil pusing, yang penting mobil bisa jalan.

Simak Video "Kerajaan Buka Fasilitas Minyak Saudi Aramco ke Media"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA