Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Agu 2019 14:40 WIB

TRAVEL NEWS

Menteri Pariwisata Resmi Buka Festival Pacu Jalur di Riau

Chaidir Anwar Tanjung
detikTravel
Festival Pacu Jalur di Riau (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Festival Pacu Jalur di Riau (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Menpar Arief Yahya resmi buka Festival Pacu Jalur (pacu sampan) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau. Acara pacu jalur ini akan diikuti 8.500 perserta lomba.

Pembukaan Pacu Jalur ini dilaksanakan di alun-alun Pemkab Kuansing di tengah kota Taluk Kuantan, Rabu (21/8/2019). Dalam sambutannya, Arief menyebutkan Festival Pacu Jalur akan masuk dalam agenda kalender wisata nasional.

"Acara pacur jalur ini sangat bagus. Tetapi saya sampaikan, acara ini sangat kurang dipromosikan, sekali lagi kurang dipromosikan terutama pada kalangan muda," kata Arief.

Namun demikian, tambah Arief, pacu jalur ini saat ini masuk dalam topik nasional di media sosial.

Menpar Arief Yahya di Festival Pacu Jalur, RiauMenpar Arief Yahya di Festival Pacu Jalur, Riau Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom

"Dan alhamdulilah, Festival Pacu Jalur ini sudah menjadi tranding topic nasional. Tadi pagi saya lihat di twitter, media sosial, seluruh media nasional memberitakan festival pacur jalur," kata Arief.

Dalam kesempatan membuka acara ini, Arief memberikan dana bantuan untuk hadiah pacur jalur sebesar Rp 100 juta.

"Saya berjanji akan memasukan acara Festival Pacu Jalur di dalam kalender wisata nasional tahun depan," kata Arief.

Untuk mengenal sejarah pacu jalur ini, Ketua Lembaga Adat Melayu Kuansing, Febri Mahmud dalam sambutannya menjelaskan, bahwa awalnya acara pacu jalur (sampan) ini diselenggarakan dalam hari ulang tahun Ratu Wilhelmina di Belanda.

"Dulunya acara pacu jalur ini dilakukan semasa Belanda masih berkuasa. Acara ini dibuat untuk memperingati hari ulang tahun Ratu Wilhelmina," kata Febri.

Menteri Pariwisata Resmi Buka Festival Pacu Jalur di RiauFoto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom


Lebih lanjut Febri, pacu jalur sempat dihentikan ketika perang dunia II di Jepang berkuasa. Sejak Jepang berkuasa, acara pacu jalur memperingati ultah Ratu Belanda itu dihentikan.

"Pasca kemerdekaan, pacu jalur kembali diaktifkan. Jika awalnya memperingati hari ulang tahun Rawu Willhemina, bergeser sebagai peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Sejak dulu acara ini sudah digelar masyarakat Kuansing di Sungai Kuantan," kata Febri.

"Itu sebabnya, acara pacur jalur sekarang dilaksanakan saat hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia," kata Febri.

Sayangnya, walau acara pacu jalur ini sebagai bentuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan, di alun-alun yang tersedia tiang Bendara yang menjulang tinggi tidak terpajang Sang Merah Putih. Tiang bendera yang kokoh itu hanya terkait tali tanpa bendera Merah Putih.

"Kami sayangkan sekali, acara resmi pemerintah dalam rangka memperingati hari kemerdekaan dengan acara pembukaan festival pacu jalur, namun tiang bendera tidak berkibar merah putih. Sepertinya panitia luput akan hal ini," kata Imron warga setempat kepada detikTravel.

Simak Video "Ubud Akan Jadi Percontohan Destinasi Kuliner Kelas Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA