Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Sep 2019 13:20 WIB

TRAVEL NEWS

Menyelamatkan Situs Karantina Haji Termewah di Zaman Belanda

Agus Setyadi
detikTravel
Bekas situs karantina haji di Pulau Rubiah (Agus Setyadi/detikcom)
Bekas situs karantina haji di Pulau Rubiah (Agus Setyadi/detikcom)
Sabang - Pulau Rubiah di Sabang memiliki situs karantina haji termewah di zaman Belanda. Namun kini, kondisinya memprihatinkan.

Kondisi situs karantina haji termewah di zaman Belanda yang terletak di Pulau Rubiah, Sabang kini memprihatinkan. Wali Kota Sabang Nazaruddin mengaku pemugaran situs tersebut terkendala karena kawasan itu masuk dalam zona konservasi.

"Kita sedikit punya kendala yang mungkin sekarang ini sedang kita bermohon karena kawasan Pulau Rubiah itu masuk dalam kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang dilindungi. Jadi kita tidak boleh membenah, membuat sesuatu tanpa izin dari mereka," kata Nazaruddin kepada wartawan, Kamis (5/9/2019).

Nazaruddin mengaku sudah menandatangani surat agar Pulau Rubiah dikeluarkan dari zona konservasi. Selain itu, dia juga memohon agar kawasan tersebut dapat dikeluarkan untuk memudahkan pemugaran situs karantina haji.

Bekas situs karantina hajinya (Agus Setyadi/detikcom)Bekas situs karantina hajinya (Agus Setyadi/detikcom)


"Saya pikir coba nanti kita bekerja sama dengan provinsi dan pihak terkait lainnya agar (Pulau Rubiah) bisa dikeluarkan dari zona tersebut," jelas Nazaruddin.

"Saya mohon dan sudah memberitahu bapak gubernur agar itu dikeluarkan dari zona konservasi. Kalau belum keluar dari zona konservasi kita gak berani, nanti akan bermasalah dengan hukum. Itu pasti," bebernya.

BACA JUGA: Cerita Miris Bekas Karantina Haji Termewah Se-Indonesia

Menurut Nazaruddin, kawasan Pulau Rubiah juga punya banyak situs sejarah. Di sana juga terdapat makam istri Tengku Cik Di Iboih bernama Sarah Rubiah.

"Kita memohon kepada pusat, nanti dibantu juga oleh pihak DPR RI, Kemenag dan pihak terkait, bahwa itu daerah yang dulunya punya sejarah besar. Jadi kita berharap kepada pemerintah pusat dalam hal ini KSDA agar mengeluarkan Pulau Rubiah dari zona konservasi," ungkapnya.

Wali Kota Sabang Nazaruddin (Agus Setyadi/detikcom)Wali Kota Sabang Nazaruddin (Agus Setyadi/detikcom)


Seperti diketahui, Lokasi situs sejarah Karantina Haji terletak sekitar 100 meter dari dermaga Pulau Rubiah. Begitu turun dari kapal, perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalanan terbuat dari semen.

Kiri-kanan jalan dipenuhi hutan. Tiba di lokasi, sebuah prasasti dibangun. Sekilas tentang sejarah bangunan termuat di sana. Persis di depannya, satu unit bangunan beraksitektur ardeko tampak berdiri kokoh.

Bangunan bergaya Belanda itu tampak lebih kecil dibandingkan gedung di belakangnya. Di halaman bangunan tampak lebih bersih. Di dalamnya, ada beberapa ruangan kosong.

(Agus Setyadi/detikcom)(Agus Setyadi/detikcom)


Atap dan lantai bangunan rusak. Catnya mulai pudar. Berjalan sekitar 20 meter dari sana, terdapat sebuah bangunan dengan delapan ruangan. Jarak kedua gedung dipisah ilalang setinggi pinggang orang dewasa.

Kondisi di dalam bangunan sama: kosong melompong, atap rusak, dan lantai pecah-pecah.



Simak Video "Lezatnya Bakpia Khas Sabang"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA