Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Sep 2019 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Seni Pertunjukan Bantengan Ditetapkan Jadi Warisan Budaya

Muhajir Arifin
detikTravel
Kesenian Bantengan Pasuruan (Muhajir Arifin/detikcom)
Kesenian Bantengan Pasuruan (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Kemendikbud menetapkan Kesenian Bantengan sebagai warisan budaya tak benda. Seni pertunjukan ini lestari di tengah masyarakat lereng pegunungan di Jawa Timur.

"Bantengan Jawa Timur ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan kebudayaan kategori seni pertunjukkan. Diwakili Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Nurul Hudayati, Rabu (11/9/2019).

Kesenian Bantengan disahkan sebagai warisan budaya tak benda berdasarkan Berita Acara Sidang Penetapan Nomor 7744/E.E6/KB/2019, tanggal 5 Agustus 2019. Selain Bantengan, juga ditetapkan 266 warisan budaya tak benda di seluruh Indonesia.

"Semua kabupaten kota diminta mengajukan WBTB (warisan budaya tak benda). Kebetulan kita mengusulkan seni pertunjukan Bantengan. Dan ternyata di Jawa Timur ada daerah yang sama, Kota Batu juga mengajukan Bantengan. Akhirnya Seni Bantengan Pasuruan dan Batu dinyatakan lolos. Sertipikatnya nanti diberikan pada Pekan Kebudayaan Nasional 7-13 Oktober 2019," terang Nurul.

Seni Pertunjukan Bantengan Ditetapkan Jadi Warisan BudayaFoto: (Muhajir Arifin/detikcom)

Bantengan sebenarnya merupakan seni pertunjukkan yang ada di beberapa daerah di Jatim. Kesenian tradisional ini tumbuh desa-desa yang berada di lereng Bromo-Tengger-Semeru, Arjuno-Welirang, Anjasmoro, Kawi dan Raung-Argopuro.

Di lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Bantengan masih lestari dan digandrungi warga. Banyak kelompok Kesenian Bantengan di desa-desa yang ada di Prigen, Purwosari, Sukorejo dan Purwodadi. Biasanya kesenian ini digelar pada acara tertentu seperti sunatan, pernikahan, dan perayaan desa.

Kesenian Bantengan merupakan pertunjukkan yang menggabungkan unsur sendratari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magis. Kesenian ini membutuhkan keahlian khusus sehingga tak bisa dimainkan semua orang.

Seni Pertunjukan Bantengan Ditetapkan Jadi Warisan BudayaFoto: (Muhajir Arifin/detikcom)

BACA JUGA: Liburan ke Jawa Timur, Bisa ke Pintu Langit

Kesenian Bantengan ini terdiri dari dua pemain yang berperan menjadi seekor banteng. Pemain pertama menjadi kaki bagian depan serta dan pemain kedua menjadi kaki bagian belakang.

Tubuh banteng dibentuk dari selembar kain hitam yang berfungsi untuk menghubungkan kepala banteng dengan ekor banteng yang dimainkan oleh pemain yang di belakang. Kedua pemain harus bermain menjadi satu tubuh, satu jiwa, satu karakter, satu roh, layaknya pasangan yang kompak.

Umumnya dalam sebuah pertunjukan, terdapat dua bantengan. Mereka saling diadu agar penampilan kesenian bantengan lebih meriah. Adu bantengan tersebut sejatinya merupakan bentuk tarian sehingga wajib diiringi musik.

Selain itu, dalam Bantengan juga terdapat unsur lain, seperti menuntun Bantengan, tukang pecut dan beberapa penari. Terdapat pula tribut yang biasanya mencirikan daerah masing-masing.
Seni Pertunjukan Bantengan Ditetapkan Jadi Warisan BudayaFoto: (Muhajir Arifin/detikcom)


Simak Video "Unik, Festival Kesenian Bantengan di Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA