Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Sep 2019 09:20 WIB

TRAVEL NEWS

Traveler Ini Kunjungi 15.000 Kedai Starbucks di Dunia, Ini Akibatnya

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Pecinta Starbucks (CNN)
Pecinta Starbucks (CNN)
Jakarta - Traveler ini telah mengunjungi sebanyak 15.000 kedai Starbucks di dunia dalam 22 tahun belakangan. Apa efeknya?

Dilansir CNN, Jumat (13/9/2019), traveler pria bernama asli Winter mengaku telah mengunjungi setidaknya 15.061 lokasi kedai Starbucks https://www.detik.com/tag/starbucks/ di empat benua sejak 1997, katanya. Awalnya dia mencari espresso dan itu adalah jalan baginya keliling dunia.

"Saya menyebutnya hobi yang ekstrem," katanya kepada CNN.

Winter memulai misinya 22 tahun yang lalu dari sebuah kedai Starbucks di Plano, Texas. Hanya ada sekitar 1.500 kedai di AS saat itu, dan dia pikir dia bisa mengunjunginya semua.

Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, begitu juga dengan panjangnya musim dingin, kedai Starbucks ke-30.000 pun dibuka di Shenzhen, China. Itu bikin Winter semakin sulit untuk nongkrong di kedai baru sementara ia masih suka ke salah satunya.

Dia biasanya meminta setetes sampel kopi ke mana pun dia pergi. Jika kedai itu tidak memilikinya, dia akan membeli espresso.

Setelahnya, ia akan mengambil beberapa foto, menambahkannya ke situs webnya dan pergi mengunjungi yang lain. Dia mengulangi itu sebanyak lebih dari 15.000 kali, dan ternyata baru setengah jalan.

Dia selalu berkunjung ke kedai Starbukcs tiap akhir pekan dan menamainya 'Starbucking'. Ia sangat semangat berkendara ratusan kilometer untuk mengunjungi kedai baru atau terbang ke negara lain, termasuk Denmark dan Qatar hanya untuk melihat bagaimana mereka membuatnya.

Tapi, kini pencariannya terasa sedikit membosankan dan langkahnya melambat. Dia harus merawat ibunya yang sakit di Panama dari uang yang diperoleh sebagai programer komputer kontrak.

Dia merasa agak muak dengan kopi. Mengunjungi setiap kedai Starbucks di berbagai negara memang membutuhkan dedikasi, kesabaran dan memang pecandu kafein.

Setelah meminum kopi bernama Pike Place dan Verona selama 22 tahun, ia bisa dibilang bosan dengan hal itu. Dia bahkan belum mencoba semua menunya.

"Sulit berbicara tentang minuman favorit dari Starbucks karena saya tidak menikmati rasa Starbucks lagi," katanya.

Starbucks Plano adalah rumah kedua di mana dia bisa bertemu teman-teman sesamanya. Meski sulit berteman, bertemu sesama pecinta kopi di berbagai benua memberinya koneksi itu.

"Starbucks memberi saya lingkaran pertemanan pertama yang besar," katanya.

Dia tahu bahwa secara teknis tidak mungkin mengunjungi setiap kedai tapi tetap ingin mencapainya. "Aku tidak melihatnya sebagai pekerjaan. Aku melihatnya sebagai tujuan," katanya.



Simak Video "Festival Kopi Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/sna)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA