Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Sep 2019 23:05 WIB

TRAVEL NEWS

Lebih dari 75 Harimau Mati Setelah Diselamatkan dari Kuil

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Dokter hewan Thailand membius harimau di Kuil Harimau Wat Pha Luang Ta Bua pada 1 Juni 2016 di Provinsi Kanchanaburi, Thailand (CNN)
Dokter hewan Thailand membius harimau di Kuil Harimau Wat Pha Luang Ta Bua pada 1 Juni 2016 di Provinsi Kanchanaburi, Thailand (CNN)
Jakarta - Sungguh malang nasib harimau-harimau ini. Beberapa tahun lalu, binatang ini diselamatkan dari kuil di Thailand tapi kini lebih dari setengahnya mati.

Dilansir CNN, Kamis (19/9/2019), hampir 150 harimau diselamatkan dari kuil di Thailand. Sekarang, lebih dari setengahnya sudah mati.

Lebih dari setengah harimau yang mati itu diselamatkan tiga tahun lalu. Mereka meninggal karena penyakit menular dan penyakit yang berhubungan dengan inbreeding atau perkawinan sedarah.

Pada 2016, 147 harimau dievakuasi dari Tiger Temple Thailand yang kontroversial di Provinsi Kanchanaburi, sebelah barat ibu kota negara itu, Bangkok. Kuil itu menjadi objek wisata dan pengunjung dapat berpose dengan mereka yang tinggal di sana.

Pada hari Senin, Departemen Taman Nasional Pelestarian Satwa dan Konservasi Tanaman (DNP) Thailand mengumumkan bahwa 86 dari 147 harimau yang diselamatkan dari kuil Budha itu telah mati. Hewan itu digolongkan sebagai binatang yang terancam punah oleh World Wildlife Fund (WWF).


Menurut siaran pers departemen, harimau-harimau itu mati karena dua alasan, pertama penyakit pernapasan. Dan kedua Canine Distemper Virus, penyakit serius yang sangat menular yang sering menyerang anjing tetapi telah ditemukan di berbagai macam harimau dan sejenisnya juga spesies lainnya.

"Ketika harimau-harimau itu dievakuasi pada Juni 2016, mereka tampak cukup sehat," Adisorn Noochdumrong, Wakil Direktur Jenderal DNP. Harimau dibawa ke rumah baru di tempat perlindungan pemerintah di Provinsi Ratchaburi, sekitar 90 km selatan Provinsi Kanchanaburi dari kuil itu berada.

Sebuah bencana

Menurut Edwin Wiek, Direktur dan Pendiri LSM Thailand Wildlife Friends Foundation (WFF), penyelamatan harimau merupakan sebuah bencana yang menunggu terjadi. Karena, pihak berwenang mengambil pekerjaan yang mereka tak terencana dengan baik dan tidak mendengarkan saran organisasi itu.

Dia mengatakan bahwa tiga tahun yang lalu WFF telah menyarankan agar anak-anak harimau dan harimau betina harus dipisahkan, dan bahwa semua harimau harus dimandulkan. Sebaliknya, harimau ditempatkan di kandang kecil, di mana penyakit dapat dengan mudah menyebar.

"Pihak berwenang seharusnya meminta bantuan dari luar, tetapi sebaliknya bersikeras melakukan semua pekerjaan itu sendiri. Semoga pelajaran akan diambil dari kasus ini, tetapi kita harus menunggu dan melihat," katanya.


Alasan penyelamatan harimau

Penyelamatan harimau-harimau itu setelah penemuan yang mengerikan. Pada Juni 2016, pihak berwenang menemukan sisa-sisa 40 anak harimau yang baru lahir dalam freezer di kuil.

Ada pula sebuah tanduk sapi, tanduk rusa, dan tubuh binturong (beruang hutan Asia Tenggara). Kantor Konservasi Margasatwa (WCO) mulai menyelidiki kuil dan menduga adanya penyelundupan bagian-bagian harimau.

Sebagai bagian dari perjanjian 2001 dengan WCO, kuil itu diizinkan untuk merawat harimau selama tidak menggunakannya untuk mencari keuntungan atau membiakkan mereka. Pihak berwenang bergerak setelah tekanan akan adanya turis yang mengeluh karena penyerangan harimau saat berjalan di antara mereka.

Segera setelah penemuan mayat-mayat itu, pihak berwenang dengan senjata penenang mencoba menangkap harimau yang berkeliaran di mana-mana. Lima pria, termasuk tiga biksu didakwa memiliki bagian-bagian hewan yang terancam punah itu tanpa izin.

Halaman
1 Tampilkan Semua

(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA