Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Sep 2019 23:10 WIB

TRAVEL NEWS

Menelusuri Jejak Macan Tutul di Halimun Salak

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Penampakan macan tutul di Halimun Salak (Istimewa/Camera Trap)
Penampakan macan tutul di Halimun Salak (Istimewa/Camera Trap)
Sukabumi - Salah satu fauna di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) adalah macan tutul. Berikut penelusuran jejaknya di Curug Macan.

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki keanekaragaman hayati ratusan jenis flora dan fauna berada di tempat yang berstatus sebagai hutan hujan tropis terbesar di pulau jawa. Di area dengan luas sekitar 87.699 hektar terdapat tiga spesies kunci yaitu macan tutul, elang jawa anak elang jawa di pohon damar, dan owa jawa.




Resort Cikaniki Balai TNGHS di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah salah satu jalur lintas atau wilayah teritori macan tutul. Menurut petugas resort, hewan karnivora tersebut memang dikenal mempunyai wilayah jelajah sendiri.

"Keberadaan mereka berada di sekitar Gunung Halimun Utara, untuk memantau jumlah mereka kita gunakan Camera Trap, tahun 2016 terakhir kita cek ada sebanyak 68 individu macan tutul. Hewan itu punya cakupan teritori 600 hektar sampai 700 hektar termasuk area Cikaniki," kata Wardi Septiana, petugas Pengendali Ekosistem Hutan, Balai TNGHS, Sabtu (21/9/2019).

Menelusuri Jejak Macan Tutul di Halimun SalakMenelusuri jejak macan tutul di Halimun Salak (Istimewa)


Selain camera trap yang tersebar di sejumlah lokasi yang ditengarai sebagai teritori hewan tersebut, selain itu keberadaan macan tutul juga terdeteksi dari kotoran yang mereka buang. Salah satu tempat favorit hewan tersebut adalah Curug Macan.

"Ciri khas kotoran macan tutul adalah dari ditemukannya bulu hewan yang mereka mangsa, salah satunya di lokasi Curug Macan. Hewan itu sering berjemur di batu besar dekat dengan lokasi curug," jelas Muhammad Arsa, Kepala Resort Stasiun Penelitian Cikaniki.

Kepada detikcom Arsa menunjukan lokasi batu besar tempat macan tutul biasa berjemur, batu itu berada di tengah-tengah sungai berdekatan dengan curug setinggi 7 meter. Air curug tumpah langsung ke Sungai Cikaniki yang jernih memancing siapapun untuk menceburkan diri.

Menelusuri Jejak Macan Tutul di Halimun SalakTempat macan tutul biasa terlihat di sekitar air terjun (Syahdan Alamsyah/detikcom)


BACA JUGA: Penampakan Black Panther di Afrika

Menurut Arsa, bukan hal yang aneh ketika hewan itu berpapasan dengan para pendaki atau warga sekitar. Tips untuk menghindari interaksi adalah dengan memilih untuk menghindar atau sesekali berjalan sambil melihat ke arah belakang.

"Ketika melihat hewan itu lebih baik menghindar, ketika berjalan beriringan sesekali yang berada di posisi terakhir selalu melihat ke belakang untuk mengawasi. Namun sejauh ini aman, kita juga memberikan tanda peringatan di beberapa tempat yang memang lintasan macan tutul," lanjut Arsa.

Menelusuri Jejak Macan Tutul di Halimun SalakSUngai sekitar Curug Macan yang biasa dilintasi macan tutul (Istimewa)


Arsa mengakui, ada beberapa kejadian di mana macan tutul bersentuhan langsung dengan pemukiman warga bahkan menyantap peliharaan milik warga. Namun keberadaan macan di area penyangga tersebut bukan karena kehabisan mangsa.

"Terkadang mereka mengejar hewan buruan sampai ke pemukiman penduduk, karena posisinya seperti itu akhirnya mereka juga memangsa peliharaan milik warga. Sejauh ini mangsa mereka seperti Owa dan mencek (kijang) masih tersedia," tandasnya.

Simak Video "Macan Tutul Salju, Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA