Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Sep 2019 12:30 WIB

TRAVEL NEWS

Viral 'Ular Raksasa', 'Ular Berkaki', dan Ancaman Karhutla

Tim
detikTravel

Halaman 1 dari 2

Reticulated python/Python reticulatus, jenis Sanca Kembang korban Karhutla Kalimantan. (Foto: Dok. RibeirodosSantos/iStock)
Reticulated python/Python reticulatus, jenis Sanca Kembang korban Karhutla Kalimantan. (Foto: Dok. RibeirodosSantos/iStock)

Jakarta - Topik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ramai dibahas. Viralnya "ular raksasa" dan "ular berkaki" harusnya bisa ikut menambah kesadaran soal ancaman karhutla.

Pada pekan lalu, media sosial geger dengan penampakan "ular raksasa" yang menjadi korban kebakaran hutan di Kalimantan. Bangkai reptil berukuran besar ini, yang kemudian diketahui berjenis ular piton alias sanca kembang, gosong terbakar.




Ya, ular piton sebesar itu memang niscaya bikin manusia ngeri. Apalagi jika sewaktu-waktu berhadapan dengannya di hutan, atau di mana pun juga. Padahal, tahukah kamu bahwa peranan ular semacam ini pun besar bagi manusia?

Viral 'Ular Raksasa', 'Ular Berkaki', dan Ancaman KarhutlaFoto: (Facebook/Johan Michael Median Pasha)

"Ular piton atau ular besar sangat berperan penting dalam mengendalikan hewan hama seperti babi dan kera," kata pencinta reptil (reptiler) Panji Petualang saat membahas hal tersebut.

Dengan kata lain, manusia bukan cuma secara langsung terimbas dengan kebakaran hutan. Dalam rentang waktu tertentu, karhutla yang memakan korban satwa seperti "ular raksasa" itu juga dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan.




Ketiadaan predator besar seperti ini bukan tidak mungkin memicu pertambahan populasi hewan yang berpotensi jadi hama dalam pertanian dan perkebunan. Artinya, yang rugi dengan matinya "raja piton" ini pun manusia juga.

"Dalam seminggu, ular sanca yang berukuran 8 meter saja mampu makan 3 ekor babi dalam seminggu. Sedangkan hewan kecil seperti kera dan burung itu bisa puluhan. Jika ular tidak ada, maka populasi hewan seperti babi, kera, rusa dan kijang akan membludak," ujar Panji.


(Halaman selanjutnya: Ramai 'Ular berkaki')


(krs/aff)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA