Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Sep 2019 18:55 WIB

TRAVEL NEWS

Di Tengah Kepungan Kabut Asap, Karnaval di Sumbar ini Tetap Jalan

Jeka Kampai
detikTravel
Foto: (Jeka Kampai/detikTravel)
Foto: (Jeka Kampai/detikTravel)
Dharmasraya - Karnaval Arung Pamalayu di Sungai Batanghari, Kabupaten Dharmasraya digelar. Meski, harus di tengah kepungan kebut asap.

Karnaval Arung Pamalayu membuka peringatan Hari Maritim Nasional yang ke-55 di Komplek Candi Pulau Sawah, Dharmasraya, Sumatra Barat, Senin (23/9/2019). Karnaval ini berlangsung di tengah kepungan kabut asap, di Sungai Batanghari yang juga membelah Provinsi Jambi.

Karnaval Arung Pamalayu adalah salah satu agenda Festival Pamalayu yang dimulai sejak 22 Agustus 2019 hingga 7 Januari 2020 mendatang.

Puluhan perahu membawa rombongan Wakil Bupati Dharmasraya H Amrizal Dt Rajo Medan, Bupati Tanjung Jabung Timur Rommy Haryanto dan beberapa tamu dari Provinsi Jambi, ninik mamak dan tokoh masyarakat dari berbagai nagari di Dharmasraya serta para jurnalis.

Di Tengah Kepungan Kabut Asap, Karnaval di Sumbar ini Tetap JalanFoto: (Jeka Kampai/detikTravel)


Parade perahu barlayar sekitar 25 menit dari jembatan kabel menuju Komplek Candi Pulau Sawah. Parade perahu ini menjadi simbol penggunaan Sungai Batanghari menjadi urat nadi transportasi dan jalur perdagangan masa lalu.

Di Pulau Sawah, telah menunggu Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Tukul Rameyo, para pembicara dan ribuan masyarakat Dharmasraya.

BACA JUGA: Raja Piton: Ular Langka Raksasa Korban Kebakaran Hutan Kalimantan

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, peringatan hari kemaritiman di pinggir Sungai Batanghari perlu dilakukan sebagai pengingat, bagaimana sungai sebagai urat nadi peradaban masa lalu.

"Sebelum ada tol dan jalan aspal, sungai adalah jalur lalu lintas utama pada masa lalu," kata Sutan Riska.

Di Tengah Kepungan Kabut Asap, Karnaval di Sumbar ini Tetap JalanFoto: (Jeka Kampai/detikTravel)


Peringatan Hari Maritim di Dharmasraya, merupakan yang kedua setelah ditetapkan pada 1964. Yang pertama, diperingati pada tahun 1967.

"Hari ini, negara kembali hadir memperingati hari kemaritiman, setelah 55 tahun tak pernah diperingati," katanya.

Sutan Riska mengatakan, Presiden awalnya dijadwalkan menghadiri karnaval yang dirangkai dengan talkshow tersebut. Karena agenda yang tak bisa ditinggalkan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang kemudian akan menggantikan.

Namun, KSP yang telah bersiap-siap ke Dharmasraya juga batal datang karena agenda mendadak.

"Beliau insya Allah akan datang dalam rangkaian acara Festival Pamalayu berikutnya," kata Sutan Riska.

Di Tengah Kepungan Kabut Asap, Karnaval di Sumbar ini Tetap JalanFoto: (Jeka Kampai/detikTravel)


Ia menyebut, upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar Festival Pamalayu adalah untuk mengangkat peradaban masa lalu, yang ada di Dharmasraya.

Menurutnya, upaya merawat peninggalan pada masa lalu, dapat belajar kepada Bangsa Mesir, yang tetap merawat dan mempertahankan piramid sebagai warisan pada zaman Firaun, namun tetap teguh dengan Islam sebagai agama yang dianut sebagian besar warganya.

"Kita berharap bisa membuatnya jauh lebih bermanfaat untuk pembangunan dan pariwisata," katanya.

Gotong-royong warga menyiapkan acara di Dharmasraya, menurutnya, menunjukkan kearifan persatuan dan kerja sama yang telah hidup sejak zaman para leluhur di Dharmasraya.(*)



Simak Video "Perburuan Sindikat Puluhan Ribu Ekstasi, Seorang Lagi Dibekuk"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA