Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Okt 2019 22:30 WIB

TRAVEL NEWS

Fakta-fakta Kalimalang Bekasi yang Mau Disulap Jadi Seindah Korea

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Kalimalang Bekasi (Foto: DOK.Humas Pemprov Jabar)
Kalimalang Bekasi (Foto: DOK.Humas Pemprov Jabar)
Bekasi - Di tangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kalimalang Bekasi akan direvitalisasi. Berikut fakta-fakta Kalimalang yang akan dibuat jadi seindah sungai di Korea.

Warga Bekasi pasti tahu Kalimalang, sungai yang selama ini membagi Bekasi jadi 2 sisi. Oleh Gubernur Ridwan Kamil, Kalimalang akan direvitalisasi jadi seindah seperti Sungai Cheonggyecheon di Korea.

Dihimpun detikTravel, Selasa (2/10/2019), berikut beberapa fakta terkait Kalimalang Bekasi:




1. Asal Usul Nama

Sesuai dengan namanya yaitu Kalimalang, sungai ini tidak mengalir dari hulu ke hilir, melainkan malang alias melintang mulai dari Cirata, Kali Bekasi sampai Kali Cakung, hingga disebut Kali yang Malang. Akhirnya jadilah Kalimalang seperti sekarang.

2. Dibuat secara manual

Menurut Andi Sopandi, Budayawan Bekasi, awalnya Kalimalang dibuat secara manual di tahun 1960-an secara bersama-sama sebagai sumber air. Idenya sudah dari zaman Soekarno.

Fakta-fakta Kalimalang Bekasi yang Mau Disulap Jadi Seindah KoreaKalimalang sekarang (Agung Pambudhy/detikcom)

3. Jadi saksi peradaban tertua di Jawa

Lokasi di sekitar Kalimalang Bekasi sekarang, dipercaya termasuk peradaban tertua di Jawa. Itu terkait dengan Kerajaan Taruma Negara yang ditemukan di Bekasi.

"Peradaban tertua itu di Jawa munculnya justru di Bekasi. Penemuan Kerajaan Taruma Negara sebagai kerajaan tertua di Jawa itu terdapat di Babelan, Batujaya selebihnya juga ada di Bekasi," ujar Andi.

Ini dikuatkan dengan adanya prasasti yang menerangkan bahwa dulu di lokasi ini dilakukan penggalian Sungai Chandrabaga atau Bhagasasi, yang jadi cikal bakal nama Bekasi.




4. Panjangnya 70 Kilometer

Aliran sungai Kalimalang berasal dari Bendungan Curug di Karawang dan masuk ke saluran Tarum Barat hinga ke Jakarta Timur. Jika dihitung-hitung, panjangnya mencapai 70 Kilometer.

5. Digunakan untuk pertanian dan air minum

Dahulu, Kalimalang dibangun untuk saluran irigasi buat pertanian warga. Ini terjadi di era tahun 1970-an. Persentasenya, 70 persen digunakan untuk mengairi pertanian dan sisanya 30 persen digunakan untuk air minum.




Simak Video "Kalimalang Sepi Pemudik, Jasa Tukar Uang Menjamur"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA