Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Okt 2019 11:27 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar: Miss Grand International 2019 Berpotensi Kenalkan Pariwisata

Yakob Arfin
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Ajang Miss Grand International 2019 sudah di depan mata. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kompetisi kecantikan bergengsi yang akan digelar di Caracas, Venezuela pada 25 Oktober 2019 tersebut, berpotensi untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia di mata dunia.

"Miss Grand International 2019 sangat potensial untuk mem-branding pariwisata Indonesia. Sebab, event ini juga mendapat perhatian dari seluruh masyarakat dunia. Slot pemberitaannya sangat besar," kata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Senin (7/10).

Dengan potensi pariwisata Indonesia yang luar biasa, Arief optimistis melalui ajang internasional bergengsi ini popularitas destinasi wisata Indonesia akan terus naik.

"Kami juga optimistis bisa melakukan hal luar biasa dan berprestasi di sini. Dengan begitu, popularitas dan kualitas destinasi Indonesia akan terus naik," tambahnya.


Di Miss Grand International 2019, Indonesia diwakili oleh Sarlin Dalee Jones. Ia mengaku siap bersaing dalam kompetisi ini. Persiapan matang pun dilakukan untuk merebut mahkota Miss Grand International 2019. Untuk itu, ia mengharap dukungan dan doa seluruh masyarakat Indonesia.

"Secara teknis, seluruh perlengkapan untuk mendukung performa di Miss Grand International sudah siap. Kami akan menampilkan desain terbaik. Saya siap mem-branding beragam keindahan Indonesia di Miss Grand International. Indonesia destinasi luar biasa. Alam dan budayanya eksotis. Masyarakatnya juga sangat ramah," tegas Sarlin.

Profil dara Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini memiliki kompetensi untuk berkompetisi di ajang bergengsi tersebut. Misinya mengikuti kontes Miss Grand Indonesia 2019 adalah untuk memperkenalkan daerah asalnya.

Apalagi NTT memiliki destinasi wisata yang eksotis seperti Labuan Bajo, Pulau Padar, Pantai Pink serta memiliki satwa langka komodo. Warna budayanya bisa dilihat dari Liang Dara dan lainnya.

Untuk diketahui, mahkota Miss Grand International 2019 akan diperebutkan 64 kontestan, termasuk Indonesia. Tahun ini, sedikitnya ada 4 kontestan baru yang bergabung. Mereka yang memulai debut adalah Armenia, Irlandia, Reunion, dan Baskortostan. Persaingan menjadi lebih ketat, sebab ada 8 negara yang kembali bergabung lagi di Miss Grand International.


Mereka yang bergabung lagi adalah Italia, Latvia, hingga Mauritius. Ketiga negara tersebut kali terakhir ikut bersaing di ajang Miss Grand International pada edisi 2016. Slot kontestan yang comeback lainnya terdiri dari Belarus, Prancis, Guatemala, Nikaragua, dan Nigeria. Mereka kali terakhir menikmati rivalitas ajang ini pada tahun 2017.

Sementara mereka yang absen tahun ini adalah Denmark, Jamaica, New Zealand, Inggris Raya, dan Zambia. Ada beragam background yang membuat mereka harus absen. Denmark dan Zew Zealand misalnya. Mereka rata-rata mengkhawatirkan tidak kondusifnya perpolitikan di Venezuela.

"Miss Grand International selalu menarik. Persaingannya tidak mudah, meski saya optimistis selalu ada jalan. Saya tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu di Venezuela. Kalau pun ada negara yang absen itu menjadi hal normal. Sebab, ada banyak kontestan yang justru antusias. Bagaimanapun, Miss Grand International sangat ideal untuk branding terutama pariwisatanya," terang Sarlin.

Menjadi bagian promosi, Miss Grand International memberi kesempatan luas bagi para kontestan untuk mengeksplorasi potensi negaranya. Salah satu kanalnya melalui Best National Cotume.

Setiap delegasi diberi kebebasan untuk menampilkan kostum terbaik negaranya. Kostum yang menampilkan beragam warna eksotis budaya sekaligus alamnya. Bagi pemenang, mereka berhak atas trofi dan hadiah USD 3.000.

Terdapat 10 tahapan yang harus dilalui oleh para kontestan. Mulai dari pemotretan resmi hingga gala dinner, kunjungan destinasi, presentasi kostum nasional, dan wawancara. Tak hanya itu ada pula aktivitas essay, swimsuit, rehearsal dan preliminary gala dan puncaknya final gala.

Simak Video "Gunung Anak Krakatau akan Dijadikan Destinasi Wisata"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA