Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Okt 2019 10:55 WIB

TRAVEL NEWS

Kebumen Jadi Smart City, Akses Wisatawan Jadi Lebih Mudah

Rinto Heksantoro
detikTravel
Kebumen siap dikunjungi wisman (Rinto/detikcom)
Kebumen siap dikunjungi wisman (Rinto/detikcom)
Kebumen - Terpilihnya Kebumen jadi smart city membuat kabupaten ini lebih mudah dikunjungi oleh wisatawan, terutama wisman. Sejumlah sektor pendukung pun dikembangkan.

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah terpilih menjadi salah satu kota pintar atau smart city 2019 di Indonesia yang dipilih oleh Kementerian Kominfo RI. Untuk mengimplementasikan hal tersebut, Pemkab Kebumen telah membuat SK Bupati Kebumen Nomor 050/955 tahun 2019 tentang pembentukan dewan smart city dan SK Bupati Kebumen Nomor 050/956 tahun 2019 tentang pembentukan tim pelaksanaan smart city.

Dalam rangka penyusunan master plan dan quick win program unggulan, pemkab menggelar beberapa kali bimbingan teknis (bimtek) sejak Juni hingga Oktober 2019. Peserta bimtek berasal dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), organisasi perangkat daerah hingga akademisi.




Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan bahwa smart city ini nantinya tidak hanya akan bermanfaat bagi warga Kebumen saja melainkan juga warga di luar Kebumen termasuk mempermudah akses kunjungan wisatawan terutama wisman.

Terlebih, dengan adanya bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) yang berdekatan dengan Kebumen juga secara otomatis ikut mendukung pariwisata di Kebumen.

"Oh iya, tentunya dengan terpilihnya Kebumen menjadi kota pintar akan mempermudah wisatawan terutama dari luar negeri untuk mengunjungi Kebumen. Kemarin ada wisatawan dari Australia yang mau ke Pantai Menganti Kebumen dicari langsung ketemu. Pokoknya akses jadi lebih mudah. Adanya YIA yang strategis juga ikut membantu," kata Yazid Mahfudz usai menghadiri penutupan bimtek di salah satu hotel di Kebumen, Selasa (8/10/2019) malam.

Jadi Smart City, Kebumen Siap Dikunjungi Wisman (Rinto/detikcom)

Adapun beberapa quick win yang menjadi prioritas inovasi smart city antara lain di bidang pelayanan publik dikembangkan pelayanan administrasi kependudukan di level desa yang diberi nama Kios Pelanduk.

Kemudian untuk meningkatkan pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup khususnya hutan dan peningkatan perekonomian masyarakat, pemkab menciptakan inovasi berupa Taman Proklim Lebah Klanceng atau Tamplek.

InoVasi lain yakni dengan pengembangan kawasan wisata Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) yang dapat membawa dampak positif dan optimal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang pariwisata dan menjadi branding di Kabupaten Kebumen. GNKK memiliki bebatuan terlengkap dan tertua di Asia dan satu-satunya di Indonesia yang masuk dalam 6 periode zaman geologi, bahkan memiliki karst satu-satunya di dunia berupa cockpit karst.

"Branding geopark yang merupakan lantai samudera purba ini dalam tahap mempertahankan geopark nasional menjadi geopark global, sehingga berbagai aktivitas pendukung terus dilakukan menuju dan mempertahankan apa yang telah diraih," lanjutnya.




Sebagai kabupaten dengan predikat smart city, tentunya Kebumen harus memiliki faktor pendukung antara lain smart branding, smart living, smart economy, smart society, smart environment, dan smart government.

Sementara itu Rini Rahmawati, Pembimbing Smart City Kementerian Kominfo, menuturkan bahwa tidak mudah menjadi kabupaten yang dipilih oleh Kementerian Kominfo menjadi smart city. Diharapkan ke depannya Kebumen harus lebih smart dari sebelumnya dan bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di sekitarnya.

"Alhamdulillah Kebumen menjadi salah satu smart city karena biasanya yang terpilih adalah kota-kota besar. Tidak mudah memiliki kesempatan ini. Nantinya Kebumen harus lebih smart dari sebelumnya dan bisa menjadi contoh untuk kabupaten lain," ucap Rini.

Simak Video "Atasi Masalah Jakarta, Anies Gaet 8 Aplikator"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA