Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Okt 2019 12:55 WIB

TRAVEL NEWS

Tipu-tipu Money Changer di Bali Bukan Kali Ini Saja Terjadi

Bonauli
detikTravel
Ilustrasi Money Changer (Selfie Miftahul Jannah)
Ilustrasi Money Changer (Selfie Miftahul Jannah)
Jakarta - Aksi seorang pemandu wisata di Bali menuai pujian. Ia membantu seorang wisatawan asing yang mengaku ditipu oleh petugas money changer. Menurut si guide, itu bukanlah kasus pertama yang terjadi.

Sebuah postingan pemandu wisata Bali di media sosial viral. Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang pemandu wisata yang marah-marah kepada petugas money changer yang ternyata menipu bule asal Latvia.

Diwawancara eksklusif oleh detikcom, Selasa (8/10), Bonik Ingunau yang merupakan seorang pemandu wisata di Bali memberikan konfirmasi atas video tersebut.




"Iya, saya membantu mantan kostumer saya dulu, namanya Thomas. Ia mengaku ditipu oleh money changer," ujar Bonik.

Kejadian ini rupanya bukan kali pertama untuk Bonik. Sebelum Thomas, Bonik pernah menangani masalah yang sama dari 2 wisatawan asing yang jadi kostumernya.

"Pertama kali pernah sama wisatawan asal Singapura. waktu itu hari terakhir liburan, saya jemput mereka di hotel. Mereka cerita habis kena tipu di Money Changer sekitar Seminyak," jelas Bonik.

Bonik, pemandu wisata BaliBonik, pemandu wisata Bali Foto: (Bonik/Istimewa)


Setelah mengetahui lokasinya, Bonik datang meminta kekurangan uang kostumernya. Waktu itu uang yang kurang sekitar Rp 500.000an.

"Saya datang ke money changer tersebut dan minta kekurangan uang kostumer saya. Begitu saya terima uangnya dan mau pergi, bosnya datang dari belakang. Dia nanya ngapain datang ke tempatnya," jelas Bonik.

Bonik pun menjawab tanpa rasa takut.

"Tanya aja sama pegawainya," tukas Bonik.

Kejadian serupa kembali dialami oleh salah satu customer Bonik. Sepasang wisatawan asal Kanada melihat money changer dengan rate tinggi di sekitaran Sanur.

"Kalau yang kedua ini lebih karena coba-coba. customer asal Kanada liat ada money changer yang rate-nya tinggi. Saya larang, saya bilang itu penipuan," jelas Bonik.




Namun pasangan turis ini penasaran. Mereka tak percaya ada penipuan di siang hari. Menurut penuturan Bonik, mereka tak keberatan rugi sedikit untuk membuktikan hal tersebut.

"Waktu itu mereka mau tukar USD 100, pas lagi hitung uang, saya datang dari belakang. Saya langsung tanya sama mbak yang jaga, berapa rate-nya di situ," cerita Bonik.

Dengan gelagapan, sang penjaga money changer berkata bahwa rate yang dipajang salah tulis. "Dia bilang rate-nya ngikutin bank, tapi enggak berani bilang nominalnya," tutur Bonik.




Tahu bahwa telah ditipu, pasangan turis ini pun batal tukar uang.

"Yang kaya gini sudah sering terjadi di Bali. Dari pihak berwajib terkesan membiarkan. Banyak yang enggak punya izin usaha. Kalau gini kan namanya penipuan," ungkap Bonik.

Penipuan ini kebanyakan berkedok money changer. Dengan kecepatan tangan, mereka menghitung uang di depan kostumer dan menjatuhkannya sebelum diberikan.

"Kalau sudah dihitung berulang kali, customer jadi segan buat menghitung ulang. Padahal waktu mau dikasih, uangnya mereka jatuhkan atau disembunyikan dengan cepat. Semua kecepatan tangan," kata Bonik.

Untuk itu wisatawan diminta untuk berhati-hati ketika memilih money changer. Kemudian, hitung kembali uang yang diterima. Jangan sampai tertipu dan baru menghitungnya di rumah.

detikers sendiri pernah mengalami kejadian serupa?



Simak Video "Bejat! Terinspirasi Film Porno, Guru Ajak Murid Threesome"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA