Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Okt 2019 08:50 WIB

TRAVEL NEWS

Tunanetra Tua Diturunkan dari Pesawat, Gemetar Sendirian di Paris

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Foto: Maskapai EasyJet (Dok. AFP)
Foto: Maskapai EasyJet (Dok. AFP)
Prancis - Seorang lansia tunanetra curhat. Isinya kesedihan diturunkan dari pesawat lalu tinggal sendirian di hotel Paris, Prancis usai dituduh mabuk dan bertindak tak patut terhadap kru penerbangan.

Dilansir dari Fox News oleh detikcom, lelaki tua berusia 78 tahun yang bernama Eric Smylie ini sedang melakukan perjalanan pulang dari Prancis ke Belfast bersama pengasuhnya, Davey Pogue. Mereka melakukan penerbangan dengan maskapai EasyJet.

Dikisahkan, Eric dan Pogue diusir dari penerbangan dan ditahan di polisi Prancis. Pogue masih ditahan, sedangkan Smylie dibebaskan. Smylie yang tunanetra itu kemudian harus tinggal sendirian di penginapan Holiday Inn Express. Situasinya makin pelik karena ada obat tertentu yang tidak dibawanya serta.




"Saya buta, diabetes, dan saya memiliki penyakit paru-paru yang kronis. Ditinggalkan di Paris sendirian menjadi pengalaman menakutkan. Saat itu saya senantiasa merasa panik," kata Smylie.

"Saya masih gemetar karena pengalaman tersebut. Saya kehilangan nafsu makan, percaya diri saya hilang. Saya merasa grogi dan takut. Istri saya, Meta, yang sedang sakit, tidak tahu saya dalam keadaan hidup atau mati. Kejadian macam ini sulit dilupakan," ujarnya.

Juru bicara untuk EasyJet lantas angkat bicara akan kejadian ini. Mereka mengatakan Smylie dan Pogue berlaku tidak baik kepada kru penerbangan sehingga diturunkan dari pesawat.




"Kami mencoba untuk memahami apa yang terjadi seperti yang dilaporkan oleh pihak berwajib, yang bertanggung jawab pada saat itu. Mereka melaporkan bahwa kedua penumpang ini mengganggu dan bersikap agresif kepada kru kami. Itu sebabnya polisi memanggil mereka dan tidak diizinkan untuk terbang," kata si juru bicara.

Pihak EasyJet juga melontarkan permohonan maaf atas kesulitan yang dialami oleh kedua turis ini. Mereka juga akan meneliti lebih jauh bagaimana Smylie dan Pogue bisa terpisah.

"Kami memohon maaf karena insiden ini menyebabkan kesulitan kepada Tuan Smylie dan Tuan Pogue, dan akan diteliti lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi dan juga melihat apakah ada pelajaran yang dapat dipetik. Kami sudah menghubungi polisi Prancis untuk mengetahui lebih jelas bagaimana dua laki-laki ini bisa terpisah setelah dari penerbangan," ungkap juru bicara itu.




Juru bicara tersebut menyesali tidak dapat membantu mereka saat menghadapi situasi yang sulit. Padahal keselamatan dan kesejahteraan penumpang adalah prioritas mereka.

"Sayangnya, kami tidak menyadari bahwa penumpang telah menghubungi kami untuk mengetahui situasi yang mereka hadapi. Jadi, kami tidak bisa memberikan bantuan apapun waktu itu. Keselamatan dan kesejahteraan penumpang dan kru adalah prioritas kami.

Smylie sendiri mengakui bahwa dia dan Pogue sempat meneguk tiga gelas bir saat menanti pesawat di bandara. Tetapi dia menolak tudingan bahwa dirinya mabuk.


Simak Video "Prajurit Masa Depan Prancis"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA