Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Okt 2019 13:15 WIB

TRAVEL NEWS

Parah! Setiap Turis di Yunani Tinggalkan 2 Kg Sampah

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Ilustrasi turis di Mykonos, Yunani. (Foto: KenWiedemann/iStock)
Ilustrasi turis di Mykonos, Yunani. (Foto: KenWiedemann/iStock)
Jakarta - Satu lagi kisah soal turis asing dan sampah di negara yang jadi destinasi wisatanya. Di kisah ini ada Yunani, dengan masing-masing turis meninggalkan negara itu dengan 2 Kg sampah.

Angka itu didasarkan dari sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Asosiasi Perusahaan Pariwisata Yunani (SETE), bahwa setiap turis yang menyambangi Yunani pada tahun 2018 sudah meninggalkan rata-rata 2 Kg sampah.

Dikutip dari Greek Greece Reporter, pada tahun 2018 ada lebih dari 33 juta orang mengunjungi Yunani, baik sebagai liburan biasa atau sebagai penumpang di kapal pesiar. Banyaknya jumlah wisatawan, yang diperparah dengan masalah sampah domestik, menjadikan masalah sampah sebagai beban besar bagi lingkungan Yunani.




SETE mengimbau Yunani untuk mengambil kebijakan pariwisata yang lebih ramah lingkungan. Hal ini guna memenuhi tuntutan zaman dalam menangani masalah global ini.

Menurut serangkaian survei baru-baru ini, lebih dari satu dari dua wisatawan di Eropa mencari hotel atau jenis akomodasi lainnya yang menerapkan praktik ramah lingkungan. Ini mengindikasikan wisatawan mulai lebih peduli pada lingkungan dan siap untuk bertanggung jawab dalam perjalanan mereka.




Oleh sebab itu, fasilitas pariwisata dapat menggunakan energi dari sumber terbarukan atau dapat didaur ulang. Cara lainnya adalah mengurangi sampah dan polusi plastik atau membatasi emisi karbon dioksida (CO2) dengan cara tertentu.

Namun, terlepas dari banyaknya wisatawan yang datang ke Yunani setiap tahun, warga negara Yunani sendiri menjadi semakin sadar akan konsekuensi dari penggunaan plastik yang tidak terbatas serta polusi yang ditimbulkannya.

Saat ini, pemerintah Yunani mengumumkan bahwa mereka akan sepenuhnya melarang plastik sekali pakai pada Juni 2021 untuk mengatasi polusi dari plastik tersebut. Peraturan ini secara bertahap akan diberlakukan pada tahun 2020, satu tahun sebelum batas waktu Uni Eropa melarang penggunaan plastik sekali pakai di seluruh Uni Eropa.




Simak Video "Bule Panjat Tempat Pemujaan Hebohkan Kuta, Satpol PP Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA