Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Okt 2019 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Arkeolog Temukan Gigi Manusia Prasejarah Papua

Afif Farhan
detikTravel
Gigi manusia prasejarah Papua (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)
Gigi manusia prasejarah Papua (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)
Jayapura - Peneliti dari Balai Arkeologi Papua menemukan gigi manusia prasejarah di Jayapura. Umurnya 2.500 tahun!

Penelitian tersebut dilakukan di Situs Yomokho, Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Gigi manusia prasejarah ini didapatkan dalam ekskavasi pada kedalaman 110 cm

"Berdasarkan analisis Marlin Tolla dari Max Planck Institute Jerman, gigi yang ditemukan berdasarkan bentuk mahkota dan akarnya merupakan gigi manusia prasejarah," kata peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada detikcom, Selasa (22/10/2019).

BACA JUGA: Peneliti Temukan Peninggalan Zaman Purba di Lapangan Tembak TNI

Arkeolog Temukan Gigi Manusia Prasejarah PapuaFoto: (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)


Hari menjelaskan, dari susunan sedikit enamel hingga ke dentin, lebih ke molar bagian atas. Tapi dari sisa mahkotanya menunjukkan ukuran mahkota tidak terlalu tinggi serta ukuran bagian akar yang pendek, hal ini adalah molar ketiga bagian atas.

"Situs Yomokho merupakan situs hunian Neolitik di tepi Danau Sentani. Dalam penelitian ini, selain ditemukan gigi manusia, juga ditemukan pecahan gerabah, tulang, gigi babi, tulang ikan, arang, kapak batu, dan alat batu tokok sagu," terang Hari.

Berdasarkan data arkeologi yang ditemukan menunjukkan bahwa pada masa lalu, manusia yang tinggal di Situs Yomokho mengolah dan mengkonsumsi sagu. Kapak batu untuk menebang pohon sagu, alat batu untuk menokok sagu, dan gerabah digunakan sebagai wadah untuk mengolah sagu menjadi papeda. Sebagai sumber protein, mereka hidup berburu babi di hutan dan menangkap ikan di Danau Sentani.

Arkeolog Temukan Gigi Manusia Prasejarah PapuaFoto: (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)


"Baru sebagian wilayah Danau Sentani yang sudah diteliti, pada tahun-tahun selanjutnya akan dilakukan penelitian yang lebih intensif dan menjangkau wilayah Danau Sentani yang lebih luas, terutama wilayah yang belum dijangkau penelitian," papar Gusti Made Sudarmika, Kepala Balai Arkeologi Papua.

"Selain itu, situs-situs yang pernah disurvei, untuk interpretasi yang lebih luas maka akan dilakukan ekskavasi atau penggalian, terutama di situs-situs hunian awal prasejarah di Danau Sentani," lanjutnya.

Sebelumnya, tim dari Balai Arkeologi Papua juga menemukan kapak perunggu berusia 2.500 tahun di sekitar Danau Sentani, tepatnya di Situs Bobu Uriyeng, Kampung Dondai, Distrik Waibu. Kapak tersebut diperkirakan bukan asli dari Papua, tapi dari Vietnam yang jadi komodoitas perdagangan dan sampai ke Papua.

BACA JUGA: Misteri Kapak Berusia 2.500 Tahun di Papua

Simak Video "Latar Belakang Pemuda Papua yang Sambangi KSP: Mahasiswa hingga Pilot"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA