Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Nov 2019 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Sampai Kapan Bule Bikin Ulah dan Mencoreng Citra Bali?

Ilustrasi turis di Bali (Gede Suardana/detikTravel)
Jakarta - Baru-baru ini, viral bule tawuran di Bali. Mungkin, Bali secepatnya bikin aturan tegas buat mengurus turis nakal dan bikin ulah!

Video bule-bule berkelahi di depan salah satu kelab malam di Seminyak, Kuta, Badung, Bali, lagi-lagi bikin heboh di media sosial. Beberapa media internasional memberitakannya, seperti Daily Mail media asal Inggris.

BACA JUGA: Viral Bule Tawuran, Kualitas Turis ke Bali Turun?

Sebelumnya tercatat ada sejumlah turis-turis yang melecehkan tempat suci, pura-pura gila karena kehabisan bekal, maupun kasus bule yang berbuat kriminal di Pulau Dewata.

Bali yang menjadi top destinasi di Indonesia pun kerap mendapatkan bule-bule berulah yang mencoreng citra pariwisata. Duh!

Mau Sampai Kapan Bule Bikin Ulah dan Mencoreng Citra Bali?Foto: Bule-bule berkelahi di kawasan Seminyak, Bali (Dok. Istimewa)


FOKUS: Bali Vs Turis Gembel

Dalam catatan detikcom, kasus bule atau turis yang bikin ulah di Bali sebenarnya sudah menjadi perhatian Pemprov Bali. Gubernur Bali Wayan Koster, mengaku sedang menyusun peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang pariwisata termasuk mengatur tingkah laku turis.

"Ya kita mengarah ke sana. Target di eksekutif Desember ini selesai, tentang kualitas penyelenggaraan kepariwisataan Bali sekarang hampir selesai draft awalnya, tinggal diskusi lagi," kata Koster kepada wartawan di Denpasar, Bali, Selasa (16/10) lalu.

Gubernur Bali Wayan KosterGubernur Bali Wayan Koster (Aditya Mardiastuti/detikcom)


Tokoh adat di Bali pun angkat suara. Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, berujar kalau ada turis bikin ulah, dideportasi saja.

"Kalau terjadi lagi seperti itu deportasi, saya kira untuk efek jera itu. Tidak boleh lagi datang ke bali atau boleh dikasih jangka waktu misal 10 tahun biar dia sudah tua dia sadar baru bisa ke Bali, yang begitu itu kan bisa dikoordinasikan dengan pihak imigrasi nanti desa adatnya bisa menulis surat supaya bisa dipersona nongratakan," usulnya.

BACA JUGA: Turis Nakal di Bali, Harus Dideportasi atau Denda Besar?

Kita tunggu saja, bulan Desember nanti, apakah Perda yang dikeluarkan Pemprov Bali bisa bikin efek jera untuk turis dan menjaga citra pariwisata Bali?



Simak Video "Lapis Dekor, Oleh-Oleh Baru Khas Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA