Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Nov 2019 20:30 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Melintas Perbatasan Indonesia-Malaysia? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Syanti Mustika
detikTravel
Warga melapor di pos perbatasan (Syanti Mustika/detikcom)
Warga melapor di pos perbatasan (Syanti Mustika/detikcom)
Krayan - Melintasi perbatasan Indonesia menjadi pengalaman menarik yang mesti kamu coba. Nah bagi yang tertarik mencoba, ini yang perlu kamu ketahui.

Tim Tapal Batas detikcom beberapa waktu lalu datang ke Kalimantan Utara dan kami berkunjung ke Krayan. Kami pun singgah ke Pos Batas Gabma Indonesia-Malaysia Long Midang, Krayan.

Terlihat beberapa warga datang melapor kepada pos perbatasan terkait aktivitas mereka melintas wilayah perbatasan. Tak hanya warga, turis yang ingin datang dan menyeberang melalui pos perbatasan juga harus melapor.

"Setiap orang yang datang dan melewati pos perbatasan harus melapor dulu. Tujuannya apa menyeberang dan mau kemana," ungkap Danpos Long Midang, Letda Inf Rival Irfiyanto.

Mau Melintas di Perbatasan? Ini yang Perlu Diketahui TurisSyanti/detikcom

Jika ingin menyeberang ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh turis. Salah satunya adalah identitas diri.

"Bagi turis yang ingin menyeberang harus ada paspor, karena pemeriksaan tidak hanya ada di pos Indonesia saja. Di pos Malaysia nantinya juga diperiksa lagi. Sedangkan warga Malaysia bisanya mereka membawa dan menunjukan IC (KTP nya Malaysia)," tambah Letda Inf Rival.



Terkait aktivitas penyeberangan, ternyata ada faktor yang menyebabkan turis atau warga dilarang melintas perbatasan. Yaitu tidak adanya identitas.

"Kami akan melarang warga atau turis melintas perbatasan jika dia tidak membawa identitas. Ini kami lakukan untuk mencegah perdagangan manusia juga melalui perbatasan. Untuk batas melintas mulai pukul 06.00 WITA-18.00 WITA," tambahnya.

Saat menyeberang, turis atau warga akan datang melapor ke pos penjagaan. Kemudian mereka menunjukan identitas dirinya, nanti petugas akan mencatatnya.

"Pelintas yang lewat harus melapor, kemudian petugas akan mencatat nomor identitasnya, baru kemudian mereka bisa melintas," jelasnya.

Selain melihat dan mencatat identitas diri, tentara di perbatasan juga mengecek barang-barang yang masuk ke kawasan Indonesia, terutama ke Krayan. Takutnya ada barang ilegal yang diseludupkan.

"Kami juga memeriksa barang bawaan, biasanya yang datang dari Malaysia. Kalau datang dari Krayan, biasanya kendaraan mereka dalam keadaan kosong. Takutnya nanti ada yang membawa barang ilegal seperti narkoba atau miras," kata Letda Inf Rival.

Berhubungan dengan aktivitas turis di perbatasan, Letda Inf Rival mengatakan bahwa biasanya mereka datang ke rumah gunung garam atau berfoto di patok perbatasan.

"Biasanya turis datang ke perbatasan ini untuk melihat garam gunung yang tidak jauh dari sini. Juga mereka sering foto-foto di patok perbatasan," tutup Letda Inf Rival.






Simak Video "Jajal Pesawat Perintis, Satu-satunya Transportasi Menuju Krayan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA