Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Nov 2019 11:25 WIB

TRAVEL NEWS

Apakah Labuan Bajo Cuma Buat Wisatawan Tajir?

Afif Farhan
detikTravel
Kawasan Labuan Bajo (Foto: Trio Hamdani/detikcom)
Apakah Labuan Bajo Cuma Buat Wisatawan Tajir?Foto: Agus Suparto/Fotografer Jokowi


Apalagi, Labuan Bajo punya nilai khusus di mata Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertengahan tahun 2019 ini saat dirinya datang ke Labuan Bajo, Jokowi menyebut Labuan Bajo sebagai destinasi premium.

"Segmentasi yang mau kita ambil di sini beda. Segmentasi yang premium, oleh sebab itu penataan kawasan di Labuan Bajo penting sekali," katanya kepada awak media di Puncak Waringin, Labuan Bajo.

Penataan kawasan di Labuan Bajo sangat diperhatikan. Dari runway bandara yang panjang supaya pesawat berbadan besar bisa datang, sampai hal kecil seperti penataan trotoar juga disorot.


Seiring berjalan waktu, berbagai wacana muncul terkait wisata premium itu. Salah satunya wacana menaikkan tiket masuk ke Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, menjadi sebesar USD 1.000 atau setara Rp 14 juta!

Yang pertama kali menggaungkan wacana kenaikan tiket komodo dan membuatnya jadi wisata kelas premium adalah Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menjelaskannya pada awal Oktober 2019 semasa masih menjabat jadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman -- kini ia menempati posisi Menko Maritim dan Investasi.

"Kita mau kelola dengan baik, (pulau) yang lain kita atur dan tata jadi wisata eksklusif. Yang penting Komodo kita atur terlindungi," kata Luhut saat itu.

Ketika itu Luhut mengatakan nantinya pengelola diminta menyiapkan 50 ribu tiket seharga USD 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta (dalam kurs Rp 14 ribu) untuk membership premium tersebut. Maka nantinya, akan ada USD 50 juta dolar untuk mengelola Pulau Komodo agar tetap jadi Situs Warisan Dunia.


Hal itu menjadi polemik. Pelaku wisata dan warga Labuan Bajo gusar, kalau tiket masuk semahal itu, adakah nanti turis mau datang?

Lain sisi, wacana itu dinilai akan menambah devisa. Apalagi Gubernur NTT Viktor B Laiskodat pernah terang-terangan bilang, NTT hanya untuk wisatawan berduit.

"Oleh karena itu wisatawan yang miskin jangan datang berwisata ke NTT, karena memang sudah dirancang untuk wisatawan yang berduit," kata Viktor Laiskodat di Kupang, NTT, Kamis (14/11) saat memberikan kata sambutan dalam Festival Menipo di Kota Kupang seperti dilansir Antara.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Jokowi: Labuan Bajo Siap Menyambut Kedatangan Para Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA