Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Des 2019 15:34 WIB

TRAVEL NEWS

Gaido Travel Menjawab Tantangan Haji dan Umrah di Era Digital

Foto: Gaido Travel
Jakarta - Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia pun dikenal sebagai negara di luar Saudi yang mendapat kuota haji terbanyak di dunia.

Setiap tahunnya, Indonesia pun menjadi negara pengirim jamaah umrah terbesar kedua setelah Pakistan. Tak heran bila negeri ini menjadi pasar haji dan umrah yang sangat potensial.

Wajar pula, jika kondisi pasar seperti ini membuat e-commerce melirik ke sektor usaha yang tidak sekedar bisnis, tapi sarat dengan nilai ibadah.

Demikian disampaikan Direktur PT Gaido Azza Darussalam Indonesia (Gaido Travel & Tours), Nana Sujana dalam sambutannya di acara Kajian Akbar yang digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, gelaran kajian akbar yang mengusung tema Melestarikan Kemabruran Haji dan Umrah ini diselenggarakan dalam rangka menyambut hari jadi ke-17. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang reuni akbar alumni dan calon jamaah haji dan umrah Gaido Travel & Tours.


"Inilah ajang silaturahmi akbar untuk melepaskan rasa kangen sesama alumni dan sekaligus me-recharge keimanan alumni dan calon jamaah dengan mengingat bagaimana ketika beribadah di Makkah, Madinah, atau mabit di Mina dan wukuf di Arafah. Begitu juga, bagi para calon jamaah haji dan umrah di acara ini akan mendapat banyak gambaran seperti apa momen-momen itu akan dilalui," kata Nana dalam keterangan tertulis, Minggu (15/12/2019).

Sebagai biro perjalanan haji dan umrah, Gaido Travel & Tours, kata Nana, dengan tekad dan modal yang kuat akan terus berkomitmen untuk mengabdi pada negeri dan berkhidmat untuk umat. "Ini menjadi pondasi yang diletakan oleh pendiri Gaido Travel & Tours, Pak Muhammad Hasan Gaido sangatlah kokoh. Dan kegiatan pada hari ini adalah salah satu wujud nyata komitmen Gaido Travel & Tours untuk terus mengabdi pada negeri, berkhidmat untuk umat," tegasnya.

Foto: Gaido Travel

Nana menambahkan, saat ini Gaido Travel & Tours, sudah memiliki puluhan ribuan alumni haji dan umrah di seluruh Indonesia. Alumni tersebut, lanjut Nana, terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai kalangan swasta, pemerintahan baik pusat maupun daerah, serta organisasi dari berbagai disipilin ilmu. "Alhamdulillah, Gaido Travel & Tours selama ini sudah dipercaya dari berbagai kalangan," katanya.

Berbicara soal pelayanan, lanjut Nana, Gaido Travel & Tours juga menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Hal ini dilakukan untuk memberikan layanan yang terbaik sesuai standar layanan mutu. Tak heran bila Gaido Travel & Tours terus tumbuh dan berkembang di tengah persaingan pasar yang makin ketat. Buktinya, kata Nana, selain cabang-cabang yang sudah ada, Gaido Travel & Tours juga mampu berekspansi dengan membuka kantor cabang waralaba di sejumlah kota pembukaan. "Gaido Travel & Tours merupakan biro travel haji dan umrah pertama yang memiliki izin franchise," ujar Nana.

"Kami sudah mengikuti World Franchise Exhibition di Khobar, Saudi Arabia April 2018 dan pameran tingkat nasional Road Show IFBC Expo 2019 di Balai Kartini, 22 sampai dengan 24 November 2019 lalu," imbuh Nana.

Nana berharap dengan keikutsertaan Gaido Travel & Tours di berbagai event nasional hingga internasional akan semakin mengukuhkan diri untuk mewujudkan Gaido Travel to be No 1 haji, umrah dan halal travel di dunia. "Mohon doa restu dan dukungannya," katanya.

Pendiri sekaligus Pembina Pondok Modern Tazakka, Batang Jawa Tengah, Kyai Anang Rikza Masyhadi yang hadir sebagai pembicara menyampaikan filosofi kenapa dalam ibadah haji dan umrah harus thawaf tujuh putaran? Karena, kata Kyai Anang, sapaan akrabnya, setiap hari dalam satu minggu sebagai makhluk Allah maka harus terus beribadah kepada Allah. "Karena kita diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah," kata Kyai Anang.

Foto: Gaido Travel


Perlu diketahui, lanjut Kyai Anang, ibadah haji dan umrah merupakan ibadah tertinggi. Sebab, dari umrah ke umrah itu bisa menembus dosa. Sementara haji yang mabrur tidak ada balasannya, kecuali surga.

Lantas, bagaimana memaknai haji yang mabrur itu? Jawabannya kata Kyai Anang, sangat mudah dan sederhana yakni dengan menebar salam dan memberi makan. Dua kalimat ini, lanjut Kyai Anang, harus dilakukan sebagai bentuk bukti kongkrit indikator haji yang mabrur. "Sepulang haji harus jadi manusia lebih baik dengan bersosial, menebar salam, tegur sapa di lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan," katanya.

Sedangkan memberi makan memiliki makna yang sangat luas, bukan hanya sekedar memberi makan saja, tapi bisa banyak hal. "Seperti menciptakan lapangan pekerjaan, mendirikan tempat ibadah dan pendidikan, dan membagikan zakat, infak sedekah dan wakaf," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim menyampaikan bahwa saat ini penyelenggaraan haji dan umrah sudah memasuki era digital. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat muslim khususnya calon jamaah haji dan umrah agar lebih hati-hati lagi dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah. pasalnya, kata Arfi, sampai hari ini masih banyak penyelenggara yang tidak resmi yang bandel tetap menjalankan bisnisnya, jangan sampai masyarkat kembali menjadi korban.

Kemenag, lanjut Arfi, akan terus melakukan pengawasan terhadap biro perjalanan haji dan umrah yang sudah punya ijin. "Mereka harus mengikuti prosedur dari pemerintah di antaranya 5 pasti umrah dan Siskopatuh," kata Arfi.

Arfi menambahkan, berdasarkan Siskopatuh, setiap calon jamaah umrah harus lebih dulu membayar Rp 15 juta untuk mendapatkan bukti sebagai calon jamaah umrah dan 4000 dollar Amerika untuk mendapatkan bukti setoran haji khusus dari Kementerian Agama.


Di sisi lain, seiring berkembangnya jaman dan teknologi informasi, industri penyelenggaraan haji dan umrah juga memasuki era digitalisasi. Era yang tidak bisa dihindari oleh siapapun, tak terkecuali pelaku bisnis haji dan umrah.

"Suka atau tidak suka, kita harus menerimanya. Tapi, urusan ibadah haji dan umrah sangat berbeda dengan usaha lainnya. Sebab, haji dan umrah adalah ibadah dan hanya ada di Makkah, Thawafnya pun di Kabah, sementara sistem haji dan umrah digital hanya masuk kepada fasilitasnya saja, seperti hotel, tiket pesawat yang sifatnya bisnis dengan segala inovasi dan persaingannya," ujar Arfi.

Maka dari itu, kata Arfi, Kementerian Agama yang hadir sebagai regulator akan memberikan izin dan mencabut izin apabila melanggar aturan. "Sampai saat ini, tidak ada lagi izin umrah yang dikeluarkan, masih disetop. Malah, ada beberapa travel yang izinnya dicabut lantaran melanggar aturan," tegasnya.

"Dalam kesempatan ini, saya berharap dan kembali menghimbau masyarakat jika ingin menunaikan ibadah haji maupun umrah, daftarlah kepada travel yang berizin, seperti Gaido Travel yang sudah mengantongi izin haji, umrah, pariwisata dan bahkan izin franchise untuk bisnisnya," kata Arfi.

Menanggapi pesan dari Dirbina Umrah dan Haji Khusus, pendiri Gaido Travel & Tours Muhammad Hasan Gaido mengatakan bahwa sedari awal pendirian Gaido Travel di 18 Februari 2003 sudah berkomitmen tidak hanya sekedar bisnis semata, melainkan membawa misi dakwah bilhal. "Tidak terasa Gaido Travel tumbuh dan berkembang, mampu bersaing sampai saat ini dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku," katanya.

Dalam perjalanannya, kata Hasan Gaido, biro perjalanan haji dan umrah yang didirikannya itu memiliki perizinan yang sangat lengkap, sehingga pihaknya yakin Gaido Travel & Tours bisa tampil menjadi travel haji dan umrah yang mampu menjawab tantangan era digital.

"Gaido Travel & Tours bisa buka kantor cabang di semua kota di Indonesia secara franchise, siapapun anda yang ingin terjun ke bisnis ini bisa memiliki usaha sendiri dan mampu membantu masyarakat dari penipuan travel yang tidak bertanggung jawab," ujar Hasan Gaido yang tercatat sebagai President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) ini.


"Semoga ini menjadi dakwah kita karena mau mengajak orang beribadah haji dan umrah serta menjadi perusahaan yang bisa dijalankan oleh banyak orang. Semoga ini menjadi manfaat dan barokah," ujar Hasan Gaido berharap.

Dalam kesempatan itu, Hasan Gaido juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para calon-calon jamaah dan alumni yang sudah memberikan kepercayaan kepada Gaido Travel & Tours.

"Gaido Travel ada dan tumbuh karena adanya kontribusi dan kecintaan alumni haji dan umrah, sehingga terus menerus dari satu orang akhirnya keluarga dan kerabatnya berangkat haji dan umrah bersama Gaido Travel. Semoga Gaido Travel dapat tumbuh dan berkarya ribuan tahun," kata Hasan Gaido di hadapan para kepala cabang, calon jamaah haji yang akan berangkat di tahun 2020, termasuk calon jamaah haji waiting list, calon jamaah umrah, alumni haji dan umrah serta keluarga besar Gaido Group.

Sebelum ditutupnya acara Kajian Akbar ini dengan pembacaan doa dan santap siang bersama, diadakan selingan acara seremoni penandatangan Momerandum of Understanding (MoU) antara PT Gaido Group (holding company) dan PT Prima Jaringan yang ditandatangani oleh Laksma TNI AL (Purn)Dr. Ir. H. Eden Gunawan, MM, IPM, AER selaku Komisaris Utama PT Gaido Group dan Dr. Ir. Lukman Purnomosidi, M.BA selaku President Director PT Prima Jaringan. Implementasi pada MoU ini nantinya menyangkut kerjasama kedua belah pihak dalam bidang pembiayaan, properti, F&B, dan perjalan ibdah haji dan umrah.

Untuk informasi mengenai layanan Gaido travel, bisa menghubungi Call Center Gaido (08176001771), E-mail : umroh@gaidotravel.com / haji@gaidotravel.com atau kunjungi website Gaido di www.gaidotravel.com

Simak Video "Batavia, Kekacauan dan Keserakahan yang Membuat Belanda Runtuh, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA