Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Feb 2020 06:35 WIB

TRAVEL NEWS

Sedih, Terumbu Karang Australia Terancam Kehilangan Warnanya

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Great Barrier Reef
Great Barrier Reef Australia (iStock)
Melbourne -

Terumbu karang di Australia terancam alami pemutihan. Sebabnya karena meningkatnya suhu air laut. Sedih..

Terumbu karang yang berada di kawasan Great Barrier Reef Australia saat ini tengah terancam mengalami pemutihan (bleaching) akibat meningkatnya suhu di bawah laut. Badan pemerintah yang bertugas memantau kesehatan karang di sana mengatakan, pihaknya telah mendeteksi tanda-tanda stres pada karang di beberapa wilayah dan melihat adanya kemungkinan terjadinya pemutihan dalam skala besar lainnya.

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat (21/2/2020), otoritas Taman Laut Great Barrier Reef mengatakan pada Kamis bahwa periode yang lebih hangat dari arus lautan telah menyebabkan suhu air yang mulanya bersuhu 2 derajat Celcius naik menjadi 3 derajat Celcius. Suhu ini merupakan suhu di atas rata-rata sepanjang Februari. Ini juga berarti, suhu tersebut menjadi yang terpanas sepanjang tahun bagi terumbu karang.

"Jadi anomali ini benar-benar memprihatinkan dan telah meningkat pada minggu terakhir," kata Kepala Ilmuwan Otoritas Taman Laut Great Barrier Reef, David Wachenfeld.

Terumbu karang.Terumbu karang (iStock)

Terumbu karang yang membentang sepanjang 2.300 kilometer di pantai timur laut Australia itu baru saja mulai pulih setelah dilanda pemutihan karang selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2016 dan 2017. Untuk pemutihan tahun ini, pemeriksaan secara langsung akan dilakukan oleh penyelam, patroli helikopter, dan pengamatan publik.

Sementara itu, Direktur Stasiun Penelitian Pulau Lizard dari Museum Australia, Lyle Vail mengatakan, pihaknya juga telah mengamati sekitar 30 hingga 40 persen karang di perairan dangkal pulau itu mengalami beberapa tingkat pemutihan.

"Karang staghorn biru cerah sedang berfluoresensi yaitu tanda lain karang sedang dalam kesulitan," katanya dalam sebuah pernyataan dari World Wildlife Fund Australia.

Great Barrier Reef merupakan kumpulan terumbu karang terbesar di dunia yang juga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Gugusan karang itu membentang di lepas pantai Queensland di timur laut Australia. Setidaknya 3.000 karang hidup di sana.

Great Barrier Reef ini memiliki nilai aset ekonomi, sosial dan ikon sebesar USD 56 miliar (Rp 775 triliun) dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 64 ribu orang. Selain itu, wilayah ini juga menyumbang USD 6,4 miliar (Rp 86 triliun) untuk ekonomi Australia pada 2017.

Sedih, Terumbu Karang Australia Terancam Kehilangan WarnanyaIlustrasi coral bleaching (Foto: iStock)

Apa itu pemutihan (coral bleaching)?

Setiap terumbu karang pada dasarnya memiliki bagian luar yang berwarna putih. Warna-warna cantik yang biasanya kita lihat itu sebenarnya berasal dari ganggang zooxanthellae yang hidup dalam polyps, binatang kecil yang menempel di terumbu karang. Hubungan antara zooxanthelle dengan terumbu karang ini merupakan simbiosis mutualisme dimana ganggang itu memberikan gizi untuk fotosintesis sementara karang menyediakan tempat tinggal untuknya.

Peningkatan suhu antara 1-2 derajat menyebabkan ganggang tersebut pergi dari terumbu karang. Itulah yang menyebabkan akhirnya karang berubah warna atau mengalami pemutihan dalam skala besar bahkan bisa mencapai ratusan kilometer.

Selain peningkatan suhu, faktor lain yang juga menyebabkan pemutihan adalah polusi dan penangkapan mahkluk hidup di laut yang berlebihan.

Terumbu karang yang hidup tanpa ganggang ini sebenarnya masih bisa bertahan hidup namun lebih mudah terserang penyakit. Dalam kondisi yang parah, terumbu karang perlahan akan mati.

Untuk dapat mengembalikan terumbu karang seperti sediakala dibutuhkan waktu yang lama, yaitu antara 10 hingga 15 tahun.



Simak Video " Asyiknya! Tim 'Garuda di Lautku' Main TikTok di Dalam Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA